Berkomitmen Tingkatkan Sistem Kerja, PDAM Siap Raih ISO 9001:2015
Oleh: Humas PDAM - dibaca 2083 kali sejak 14/11/2017 08:34:09


BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berkomitmen meningkatkan sistem kerja di lingkungan internal dan mampu meraih Manajemen Mutu ISO 9001:2015 pada tahun ini.
Seluruh pejabat struktural lingkungan PDAM Kota Bogor telah menandatangani komitmen untuk menerapkan Sistem manajemen Mutu ISO 9001:2015. Diharapkan, setelah melengkapi segala persyaraatan, baik secara dokumentatif, implementasi dan sistem, sebelum akhir tahun ini sertifikat tersebut bisa diraih.
Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Hendra Setiawan mengatakan, sertifikat ISO 9001:2015 merupakan upgrading dari ISO 9001:2008 yang telah beberapa kali dipertahankan oleh PDAM.
“Bedanya, ISO 9001:2008 hanya mencakup empat subsistem di PDAM, yakni produksi, distribusi, pelayanan, dan SDM. Sedangkan cakupan ISO 9001:2015 terdapat penambahan enam subsistem, yakni Kesekretariatan, Keuangan, Satuan Pengawas Intern (SPI), Pengadaan dan Peralatan, Perencanaan dan Pengawasan Teknik, serta Litbang,” ujar Hendra di ruang kerjanya, Senin (13/11/2017).
Satu hal menarik dari ISO 9001:2015 adalah penerapan Key Performace Indicator (KPI) sebagai sarana atau alat ukur kinerja masing-masing sub bagian. Karena seluruh aktivitas yang tertuang dalam activity plan diukur secara kuantitatif dalam laporan bulanan masing-masing sub bagian. Jika aktivitasnya tidak sesuai dengan target yang ditentukan, maka kinerja di sub bagian tersebut dinilai kurang baik secara objektif.
Untuk mendukung langkah tersebut, Leader of Quality Management System (QMS) PDAM Kota Bogor tersebut telah melakukan pelatihan (assessment) terhadap para kepala bagian (Kabag) dan kepala sub bagian (kasubag) oleh konsultan. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan manajemen PDAM terhadap Manajemen Mutu ISO 9001:2015.
Dalam rangka mencapai target tersebut, PDAM telah menyusun langkah-langkah pendukung. Di antaranya menyusun dokumen-dokumen sebagai persyaratan untuk memenuhi ISO 9001:2015. Dan menyelenggarakan audit internal yang para auditornya merupakan pegawai PDAM terpilih dan lulus training.
“Audiotor ini ditunjuk oleh direksi untuk memonitor jalannya sistem di masing-masing sub bagian dengan metode saling silang. Misalnya Kabag Keuangan mengaudit bagian Produksi. Bagian Produksi mengaudit bagian Perlengkapan. Bagian Perlengkapan mengaudit bagian Sekretariat. Bagian Sekretariat mengaudit Transmisi dan Distribusi. Itu di-crossing. Di situlah kita saling memonitor jalannya sistem secara obyektif,” papar mantan Sekretaris PDAM Kota Bogor itu.
Audit internal yang dilaksanakan pada 24-29 Oktober lalu itu mendapatkan temuan 51 ketidaksesuaian minor. Sebagai Leader of QMS, Hendra memerintahkan para auditor untuk memonitor penyelesaian ketidaksesuaian tersebut sebelum pra audit eksternal pada 6 November lalu. Hasil temuan audit internal tersebut selanjutnya menjadi bahan pra audit oleh auditor eksternal.
“Pra audit itu merupakan kegiatan untuk memastikan bahwa PDAM sudah memiliki dokumen-dokumen yang disyaratkan sesuai dengan ISO 9001:2015,” kata Hendra.
Salah satu dokumen persyaratan ISO 9001:2015 adalah mengubah Kebijakan Mutu Pelayanan. Perubahan Kebijakan Mutu Pelayanan ini disampaikan oleh Direktur PDAM Kota Bogor pada saat Managemen Review (MR) pekan lalu.
Hendra menegaskan, Kebijakan Mutu Pelayanan tersebut harus benar-benar diterapkan di semua lini manajemen. “Bukan sekadar slogan saja, tapi harus benar-benar jadi sistem untuk terus bekerja demi kepuasan pelanggan,” tutup Hendra. (humas dan sosial)