PDAM Kebut Optimalisasi IPA Dekeng
Oleh: Humas PDAM - dibaca 1024 kali sejak 28/11/2017 11:43:30


BOGOR - PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mempercepat progam optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng untuk meningkatkan pelayanan air bersih di wilayah zona III dan IV. PDAM menargetkan, program penambahan kapasitas produksi itu akan rampung pada Januari 2018.
Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana, sejak dimulai awal bulan ini petugas dibantu pihak pelaksana proyek bahu membahu mengerjakan tahap-tahap awal pengerjaan.
“Alhamdlillah sudah berjalan 20 persen,” ujar Syaban, Minggu (26/11/2017).
Pekan ini, dijadwalkan penambahan guttter pada bak sediimetasi Unit 1 IPA Dekeng 2 selesai.
Selama pengerjaan berlangsung, PDAM berupaya agar tidak mengganggu pelayanan air bersih ke pelanggan di zona III dan IV. Pengerjaan difokuskan pada perbaikan flate setler IPA Dekeng 2 pada bak sedimentasi unit 1.
“Jadi kita fokus dulu ke IPA Dekeng 2 dengan penambahan gutter supaya kapasitas produksinya naik. Jika ini sudah selesai, baru pindah ke Dekeng 1. Jadi sampai saat ini belum ada gangguan produksi ke pipa distribusi kita,” kata Syaban.
Selama pengerjaan berlangsung, pekerja dari pihak pelaksana bertugas hingga 14 jam sehari. Pengerjaan diawasi penuh oleh petugas dari PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. “Hampir setiap hari, petugas bekerja hingga pukul 22:00 WIB, besok paginya jam 08:00, mereka kerja lagi. Teman-teman di lapangan juga rutin memantau. Kalau ada apa-apa, langsung kita koreksi,” papar Dirtek.
Diberitakan sebelumnya, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor akan memaksimalkan fungsi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng untuk meningkatkan pelayanan air bersih pelanggan di zona 3 dan 4. Program Optimalisasi IPA Dekeng ini berlangsung Selasa (7/11/2017) hingga Januari 2018 mendatang.
Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana menerangkan bahwa Optimalisasi IPA Dekeng merupakan upaya PDAM untuk meningkatkan kapasitas hasil pengolahan IPA. Harapannya, kapasitas produksi IPA yang dibangun pada tahun 1997 tersebut bisa bertambah dari 1.500 liter perdetik (l/det) menjadi 1800 l/det.
“Saat ini kondisi pengaliran kita sudah seimbang. Artinya suplay air baku sudah sama dengan air yang dijual di pelanggan. Ini sangat sensitif. Karena kalau ada gangguan di produksi, maka akan terjadi gangguan pula di pelanggan. Ini terjadi karena kita sudah tidak punya idle capasity. Nah, Optimalisasi IPA Dekeng ini menjawab kebutuhkan itu. Kita akan punya idle capasity sebesar 300 l/det,” kata Syaban.
Pengerjaan kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi kedua IPA. “Fungsi masing-masing unit kogulasi, flok, sedimentasi dan filter dapat berjalan secara optimal sesuai perencanaan,” tutur Syaban.
Selain itu juga diyakini dapat meminimalisir gangguan pengaliran akibat peningkatan tingkat kekeruhan air baku.
“Jadi ketika ada gangguan produksi, misalnya karena air beku keruh akibat hujan dan banyak sampah, kapasitas produksi kita tidak akan turun terlalu jauh. Kalau sebelumnya dari kondisi normal 1500 l/det bisa turun jadi 1200-1300 l/det saat ada gangguan, setelah diperbaiki 1800 l/det mungkin akan turun jadi 1700 l/det. Idealnya 1600 l/det. Jadi masih di atas ideal,” papar Syaban.
Optimalisasi IPA Dekeng ini, tambah Syaban terdiri dari dua lingkup pengerjaan, yakni rehabiliasi flat settler pada IPA Dekeng 1 dan optimalisasi kapasitas pada IPA Dekeng II. Untuk IPA Dekeng 1, petugas akan mengganti flat settler di bak 1 dari jenis GRC ke Stainless Steel. Tujuan nya ada proses pengendapan lebih sempurna.
“Sementera untuk bak 2 dan 3, flat settlernya akan kita perbaiki agar proses pengendapan lebih cepat,” kata Syaban.
Sementara untuk IPA Dekeng 2, petugas akan mengganti Gutter (saluran penangkap air bersih), agar air yang masuk lebih merata, sehingga lumpur tidak akan masuk filter. “Kita juga akan Membuat sekat pengarah pada aliran inlet sedimentasi. Fungsinya air yang masuk ke sedimen ini alirannya rata. Kalau sekarang kan kecepatannya nggak rata, sehingga pada saat kekeruhan tinggi, lumpur ikut terbawa,” papar Syaban.
Syaban menambahkan, selama proses pengerjaan, PDAM berupaya menjaga sistem pengolahan untuk meminimalisasi gangguan pelayanan. Dia mengimbau para pelanggan di zona 3 dan 4 untuk tetap menampung air saat sedang mengalir.
“Pengerjaan dikerjakan setiap hari selama kurang lebih 11-12 minggu. Potensi gangguan diperkirakan berlangsung 2-3 minggu di awal pengerjaan. Jadi kami mengimbau pelanggan tetap menampung air pada saat air mengalir,” tutup Syaban. (humas dan sosial)