Tinjau Jalur Pipa Dekat Proyek Transmart, Usmar: Tunggu Sertifikat Dulu
Oleh: Humas PDAM - dibaca 4489 kali sejak 30/04/2018 13:59:03

BOGOR – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Bogor Usmar Harimar meninjau area jalur pipa distribusi PDAM Kota Bogor di dekat proyek Transmart Tajur, Jumat siang (27/4/2018). Usmar ingin mengetahui secara langsung lokasi jalur pipa di jalan Wijayakusuma kompleks perumahan Pakuan Tajur yang rencananya dijadikan area parkir pusat perbelanjaan itu.

Usmar tiba di lokasi sekira pukul 10.45 WIB, didampingi Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana. Sejumlah pejabat teras PDAM tampak hadir dalam peninjauan itu, di antaranya Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi Dani Rakhmawan, Kepala Sub Bagian Pengaliran dan Jaringan Purwadi, Kepala Sub Bagian Perencanaan Teknik Asep Supriyatna dan Kepala Sub Bagian Pengawasan Teknik Gunawan.

Kepada Usmar, Syaban menjelaskan bahwa di area hijau dekat pintu masuk menuju Pakuan Tajur seluas 700 meter persegi tertanam tiga pipa PDAM. Yaitu jenis CICL diameter 700 mm yang merupakan pipa distribusi untuk zona III, HDPE 160 mm pipa lokal ke perumahan, serta pipa pendamping PVC 2 inch. Rencananya, area tersebut akan disewa pengelola Transmart Tajur untuk area parkir sepeda motor.

“Pipa (CICL) 700 tertanam tahun 1975, sedangkan yang 160 (HDPE) terpasang tahun 2008 dengan kedalaman 150 cm. Apabila di jalur tersebut akan dibangun area parkir, secara teknis tidak masalah, dengan catatan di atasnya diberi penguatan dengan decker beton untuk mengamankan pipa dari beban langsung, seperti pemasangan pipa untuk crossing jalan raya. Dan ketika ada perbaikan kebocoran atau kendala teknis, petugas PDAM harus diberi ruang seluas-luasnya,” kata Syaban.

Pemerintah Kota Bogor memberikan lampu hijau dan menyiratkan persetujuannya tentang penggunaan area jalur pipa PDAM yang akan disewa Transmart. Namun Plt Walikota Bogor Usmar Harimar kembali menegaskan status tanah di area tersebut.

“Kita lagi menelusuri kaitan dengan keinginan Transmart yang meminta izin pemanfaatkan area lahan seluas 700 meter persegi yang tentunya harus ditegaskan dulu status tanahnya. Sekarang lagi diproses (sertifikatnya),” kata Usmar usai peninjauan.

“Setelah penelusuran status lahan tentunya akan bisa pastikan alurnya kemana. Kalau nanti pemecahan sertifikat induk itu ternyata di BPN dinyatakan sudah merupakan bagian utuh PDAM ya udah nggak ada masalah. Kalau itu merupakan fasos-fasum dari lahan perumahan itu, juga tidak masalah. Nanti perjanjiannya dengan Pemerintah Kota,” imbuh Usmar. (humas dan sosial)