November, WTP Cibanon PDAM Tirta Pakuan Beroperasi
Oleh: Humas PDAM - dibaca 914 kali sejak 16/09/2018 18:41:46

Sumber: humas Pemkot Bogor

Progres pembangunan Water Treatment Plant (WTP) Cibanon milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sampai saat ini sudah mencapai 90 persen, dan diperkirakan akhir November nanti sudah bisa beroperasi. Sementara untuk reservoar (bak penampung dalam Sistem Penyediaan Air Minum/SPAM) yang lima ribu kubik sudah 10 persen.

Terbangunnya kedua fasilitas tersebut, dikatakan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya saat melepas peserta jalan sehat di Intake Cibanon, Kabupaten Bogor, Sabtu (08/09/2018), sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terhadap perkembangan dan kemajuan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Ini sebagai bentuk support pemerintah daerah bahwa kita mendapatkan penyertaan modal yang dibangun untuk reservoar. Sedangkan untuk WTP Cibanon ini (dana) hibah dari APBN. Kita alhamdulillah masih diperhatikan pemerintah pusat," kata Deni.

Dengan bantuan yang telah diberikan pemerintah pusat itu, ia menuturkan, artinya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih menjadi perhatian pemerintah pusat. Selain karena letak Kota Bogor yang tidak jauh dari ibukota, ia juga menyebutkan kemungkinan lantaran keberadaan Presiden RI Joko Widodo yang saat ini tinggal di Istana Bogor menjadi salah satu alasan dikucurkannya bantuan.

"Mudah-mudahan nanti dengan bertambahnya kapasitas menjadi 300 liter per detik tahap pertama dan lima ribu meter kubik reservoar, Insya Allah akan menambah kapasitas kita. Sehingga gangguan yang selama ini sering terjadi bisa diatasi," harapnya.

Dengan demikian, lanjut Deni, beban untuk zona tiga dan zona empat ke depannya akan berkurang dengan telah berfungsinya WTP Cibanon. Namun begitu, masih kata dirut, yang tidak kalah pentingnya bahwa pemasangan pompa di Intake Cipaku pun telah terpasang. Sehingga kapasitasnya kini sudah mulai normal, indikasinya adalah dengan naiknya reservoar di Pajajaran yang kini sudah mencapai 3 meter.

"Dengan indikator ini mudah-mudahan pelayanan kita ke depan akan semakin bagus. Tinggal kita bagaimana memperbaiki sistem jaringan distribusi utama," ujarnya. (*)