PDAM Lakukan Sosialisasi Serentak di Enam Kecamatan
Oleh: Humas PDAM - dibaca 4192 kali sejak 19/09/2018 17:49:28


Sumber: www.jurnalbogor.com


BOGOR - Jelang akan berlakunya penyesuaian tarif pada Oktober mendatang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor pada Rabu (19/9) lakukan Sosialisasi Penyesuaian Tarif secara serentak di enam kecamatan Kota Bogor.
Penyesuaian tarif menjadi pilihan terakhir PDAM untuk mengimbangi biaya operasional yang terus meningkat setiap waktu. Sementara di sisi lain tuntutan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.
Salah satu yang dilakukan dengan melaksanakan pemeliharaan instalasi pengolahan air minum dan sumber mata air agar pelaksanaan peningkatan kualitas pelayanan itu berjalan maksimal, diperlukan biaya investasi yang cukup besar.
Berdasarkan hal itulah, PDAM Tirta Pakuan melakukan penyesuaian tarif yang telah ditetapkan dalam Peraturan Walikota Bogor Nomor 66 Tahun 2018 Lembaran Daerah Nomor 47 Seri E tanggal 27 Agustus 2018, Tentang Air Minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.
Penyesuaian tarif air minum tersebut mulai berlaku untuk rekening Oktober 2018 yang ditagihkan November 2018.
Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya mengatakan, penyesuaian tarif tersebut terkait dengan adanya kebutuhan investasi yang cukup besar. Artinya, untuk menambah kapasitas hingga 2019 yang mencapai kurang lebih 700 liter/detik, pihaknya harus mempunyai dana yang tidak sedikit.
“Kebutuhan dana kita untuk mencapai target itu kurang lebih Rp924 miliar. Sudah ada bantuan dari APBN Rp50 miliar, sebagian dari Pemkot Bogor, tinggal kekurangannya sekitar Rp837 miliar yang masih kita butuhkan untuk mencapai target program-program di 2019,” jelas Deni.
Selain kebutuhan investasi, lanjut dirut, biaya operasional yang cukup tinggi juga menjadi pertimbangan pihaknya melakukan penyesuaian tarif.
Seperti diketahui bahwa PDAM menggunakan bahan kimia PAC untuk bisa mengolah air baku menjadi air bersih. Bahan dasarnya itu impor sehingga membutuhkan dana cukup besar. Belum lagi dengan tingkat inflasi hingga kenaikan BBM juga berpengaruh terhadap operasional kita.(*)