Dirut PDAM Tirta Pakuan: Ini Tahun Kerja Keras!
Oleh: admin - dibaca 4352 kali sejak 15/01/2014 09:11:36

Walikota Bogor H. Diani Budiarto secara resmi melantik Untung Kurniadi sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di Ruang Rapat Balaikota Bogor, Jumat (10/1) 2014. Sebelumnya selama hampir setahun Untung menjadi Dirum dan sempat menjadi Pjs Dirut PDAM Tirta Pakuan dalam beberapa bulan terakhir.

”Sebelum dilantik, tadi mengucapkan sumpah jabatan. Itu pertanggungjawaban kepada Allah SWT. Selamat atas pelantikan saudara, semoga amanah dan mampu memberikan perubahan yang lebih baik untuk PDAM Tirta Pakuan. Selamat bekerja,” ujar Walikota Bogor H. Diani Budiarto kepada Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Untung Kurniadi.

Pada pelantikan di Ruang Rapat Balaikota Bogor, Untung dilantik bersamaan dengan mutasi, dan rotasi pejabat di sejumlah SKPD, kecamatan dan kelurahan se-Kota Bogor. Momen ini dihadiri juga unsur Muspida Kota Bogor.

Sementara itu, dalam pernyataan pertamanya usai dilantik sebagai Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Untung Kurniadi mengatakan 2014 merupakan tahun kerja keras bagi keluarga besar PDAM. ”Pertama-tama, saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas kehendak dan rahmatnya, saya mendapat amanah (dilantik menjadi Dirut). Mohon doa dan dukungannya supaya bisa membawa PDAM Tirta Pakuan lebih baik lagi,” tegas Untung.

Selain itu, mantan Ketua Badan Pengawas PD Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor ini juga menyebut seluruh jajarannya harus bekerja keras di tahun 2014. ”Kami sudah menyusun corporate plan, ada sejumlah project yang harus kami genjot. Mulai dari pembangunan intake di Katulampa, penggantian pipa-pipa lama dan disaat bersamaan kami berjuang keras menekan angka kehilangan air dan meningkatkan cakupan layanan kepada warga Bogor. Sesuai Perda, target MDGs 2015 cakupan layanan harus 80 persen,” jelas Untung.

Ringkasnya, lanjut Untung, dia dan segenap karyawan PDAM akan berjuang dan membuktikan profesionalisme kerja guna memberikan yang terbaik bagi warga Bogor. ”Secara bisnis, perusahaan harus untung, karena disaat bersamaan kami sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sebagai operator juga dituntut memberikan pelayanan umum di bidang air minum bagi masyarakat, yang sudah tentu harus higienis dan halal serta menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas pasokan air,” pungkas Untung. ***