Dirut PDAM Tirta Pakuan Bayar Tagihan Air Via ATM BNI
Oleh: admin - dibaca 8230 kali sejak 17/02/2014 13:20:56

Melakukan pembayaran tagihan pemakaian air bagi pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, kini semakin mudah dan nyaman. Ya, pelanggan cukup ke gerai ATM dari bank-bank yang sudah bekerjasama dengan PDAM Tirta Pakuan, salah satunya BNI 46.

”Kalau tidak mau antre, pelanggan bisa membayar tagihan rekening pemakaian air melalui ATM. Praktis tidak perlu antre,” jelas Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Untung Kurniadi.

Karena itu, pada Jumat (14/2) 2014 Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Untung Kurniadi melakukan pembayaran rekening tagihan pemakaian air. ”Dirut juga harus bayar, supaya PDAM Tirta Pakuan sehat,” ujar Untung.

Meski demikian, pembayaran via ATM BNI 46 sudah bisa dimulai sejak 3 Februari 2014. “Kebetulan hari ini saya mau bayar tagihan, saya mampir ke ATM BNI,” pungkasnya.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, merespon keluhan pelanggan terkait sejumlah loket pembayaran online yang tidak lagi melayani pembayaran pemakaian air, Kabag Humas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Hendra Setiawan angkat bicara.

Menurut Hendra, sebetulnya hanya terjadi perubahan system pembayaran saja. Dari semula menggunakan jasa switching menjadi langsung antara PDAM Tirta Pakuan dengan bank.
”Secara teknis, system Payment point online Bank atau PPOB masih berjalan. Ada 16 loket PPOB yang masih bisa melayani dan tersebar di seluruh wilayah Kota Bogor. Artinya masih sangat cukup untuk melayani pelanggan. Itu belum termasuk loket di kantor PDAM, tiga loket KUP PDAM dan drive thru PDAM,” jelas Hendra.

Secara khusus, terkait adanya penghentian kerjasama switching dengan Mitracom, PDAM Tirta Pakuan sudah menyebar pemberitahuan secara tertulis kepada para pelanggan. Baik melalui pemberitahuan langsung dengan menyebar pamphlet, maupun memasang pengumuman di sejumlah media cetak dan elektronic lokal di Bogor.

”Namun kami memahami, mungkin sebagian pelanggan memiliki kebiasaan membayar di wartel atau loket-loket tertentu yang di bawah naungan Mitracomm. Hal mana, kami sendiri tidak menjalin kerjasama dengan wartel, tapi dengan bank-bank dan koperasi,” sambung Hendra.

Masih menurut Hendra, perjanjian dengan Mitracomm tidak dilanjutkan karena PDAM kini memilih bekerja sama dengan bank. Kini, setelah tidak bekerjasama dengan pihak ketiga penyelenggara jasa switching yaitu Mitracom, PDAM kini menyimpan database pelanggan di server PDAM dan nantinya terkoneksi dengan server bank-bank yang bekerjasama dengan PDAM Tirta Pakuan.

Gangguan ini dalam waktu singkat akan segera teratasi karena PDAM Tirta Pakuan juga menjalin kerjasama pembayaran online dengan sejumlah bank. ”Jika server PDAM dengan sejumlah bank yang bekerjasama sudah terkoneksi. Maka pelanggan akan lebih mudah dan lebih nyaman dalam melakukan pembayaran,” jelas Hendra.

Namun demikian, per 2 Januari 2014 sudah ada bank yang siap dan sudah terkoneksi dengan server PDAM, yaitu Bank BNI. “Pelanggan bisa melakukan pembayaran melalui ATM BNI,” sambung Hendra.

Selain BNI, pelanggan juga bisa melakukan pembayaran via e-channel banking di BNI, Bank Bukopin, dan Panin Bank. Dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan PDAM adalah BRI Syariah, dan PT POS Indonesia.***