Temu Pelanggan PDAM Tirta Pakuan; Hangat, Akrab dan Ceria
Oleh: admin - dibaca 4325 kali sejak 03/04/2014 08:54:42

Hangat, akrab dan ceria. Itulah suasana temu pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bertajuk Suara Pelanggan Aspirasi PDAM yang berlangsung di Botani Square, Senin (31/3) 2014. Momentum ini benar-benar menjadi ajang curhat para pelanggan, mulai dari masalah pembayaran rekening hingga aliran air yang terkadang belum stabil.

Yang menarik, selain Dirut PDAM Tirta Pakuan H. Untung Kurniadi dan rengrengannya, seluruh stake holder juga hadir pada temu pelanggan ini. Mulai dari Walikota Bogor H. Diani Budiarto, Ketua Badan Pengawas PDAM, Agus Teguh hingga Ketua Komisi B Dadang Ruchiyana juga hadir. Artinya, seluruh keluhan dan curhat pelanggan langsung diakomodir dan direspon.

”Disaksikan oleh seluruh stakeholder, terutama para pelanggan. Kami keluarga besar PDAM Tirta Pakuan berjanji dan berjuang untuk merealisasikan seluruh program kami, terutama menyangkut pelayanan air minum. Angka kehilangan air akan kami tekan, dan cakupan layanan akan kami genjot supaya bisa memenuhi target 80 persen pada 2015,” jelas Dirut PDAM Tirta Pakuan H. Untung Kurniadi.

Lalu, pada sesi tanya jawab yang dipandu oleh Putri Indonesia 2013 Whulandary Herman, curhat pelanggan semakin membuncah. Para pembicara yang terdiri dari Dirut PDAM Tirta Pakuan H. Untung Kurniadi, Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo, Ketua Komisi B Dadang Ruchiyana, dan dr Edi Darma dari Dinkes Kota Bogor bergantian memberikan jawaban atas pertanyaan pelanggan.

Sejumlah pelanggan mengajukan pertanyaan, diantaranya Edi dengan nomor pelanggan 19551103 yang berdomisili di kawasan dekat Terminal Bubulak. Dia mengeluhkan aliran air tidak lancar dari pukul 07:00 hingga pukul 11:00. Lalu ada juga pelanggan atas nama Lilis 13391362 di Pasir Jaya yang mengeluhkan hal senada.

Namun, tak sedikit yang memuji pelayanan PDAM Tirta Pakuan. Suryadinata, pelanggan dengan nomor 10771115 dari Batutulis menyampaikan berkat pasokan air minum dari PDAM, sekarang tidak perlu lagi mengkonsumsi air sumur. ”Kalau dulu harus nimba, sekarang tinggal buka kran. Air mengalir. Lebih praktis dan higienis. Terima kasih PDAM,” ujar Suryadinata.

Menanggapi hal ini, Dirut PDAM Tirta Pakuan H. Untung Kurniadi mengatakan pihaknya sedang melakukan pengembangan jaringan pipa dan juga penggantian pipa ac ke pipa HDPE. Sehingga di beberapa wilayah pasokan air terkadang terganggu. ”Kami memiliki kapasitas produksi air minum yang cukup untuk melayani warga Bogor. Namun, di beberapa zona masih belum tersedia jaringan. Itulah yang sedang kami kerjakan saat ini. Mudah-mudahan akhir April semuanya sudah lancar dan air bisa mengalir 24 jam ke semua pelanggan,” jelas Untung.

Masih menurut Dirut PDAM Tirta Pakuan, PDAM kini berjuang keras untuk memenuhi target yang diamanatkan Perda 17 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan PDAM, dimana harus tercapai 80 persen cakupan layanan. ”Per Desember kami sudah mencapai 76,8 persen, dan kita sudah meningkatkan kapasitas produksi menjadi 2050 lt/detik. Jumlah pelanggan eksisting saat ini 171 ribu pelanggan, dan dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikereteg dengan kapasitas 40 liter/detik, dan membangun SPAM di Katulampa dengan kapasitas 300 liter/detik. Kami optimis bisa memenuhi target 80 persen,” jelas Untung.

Sementara itu, Dadang Ruchiyana dari Komisi B mengatakan, semua masukan dari pelanggan bisa menjadi cambuk untuk tingkatkan kualitas pelayanan.

”Saya merasa bangga, bahwa PDAM kita termasuk 5 besar dan memiliki kualitas yang luar biasa, cakupan pelayanan 2015 bisa mencapai 80 persen, dan saya obsesinya bukan 80 persen karena ini cakupan minimal. Kami ingin 100 persen melayani. Saya yakin bisa, karena dari empat BUMD, PDAM adalah yang terbaik,” jelas Dadang.

Di penghujung acara, duet MC Enji dan Andy Lee juga mampu menghibur para pelanggan, apalagi panitia juga menyediakan door prize menarik. Mulai dari setrikaan hingga hadiah utama TV LED 32 inch. Selain itu, diserahkan pula penghargaan bagi pelanggan setia Liati Yulina sejak 1974, pelanggan peduli Didi, dan pelanggan disiplin Tini Kartini. Mereka masing-masing menerima reward Rp tiga juta rupiah.***