Tirta Pakuan Raup Laba 121 Miliar
Oleh: admin - dibaca 3769 kali sejak 21/04/2014 11:39:04

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mencatatkan laba usaha sebesar Rp 121 miliar. Ini pembuktian sahih bahwa perusahaan milik Pemkot Bogor ini menunjukkan performa kerja yang positif. ”Kinerja keuangan PDAM Tirta Pakuan sudah diaudit oleh akuntan public independen,” jelas Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Untung Kurniadi.

Merujuk pada penilaian kantor Akuntan Publik Drs Haryo Tienmar, kinerja keuangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah memenuhi standar akuntansi dan menyajikan laporan keuangan secara wajar dalam semua hal material. Artinya, mengacu pada hal tersebut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masuk dalam kategori sehat.

Raihan laba usaha sebesar 121 miliar merupakan prestasi luar biasa. Betapa tidak, dinamika eksternal dan internal PDAM tergolong kencang ketika Untung Kurniadi masuk dan mendapat amanah untuk memimpin BUMD tertua di Kota Bogor itu.

Semua sentimen negative dan keraguan, terpatahkan sudah dengan hasil ini. Namun demikian, Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Untung Kurniadi tetap merendah. ”Saya dan tim, baru melakukan langkah-langkah penghematan,” jelas Untung.

Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Untung Kurniadi menjelaskan bahwa laba 32 miliar pada tahun buku 2013 menunjukkan kenaikan sekitar 10 persen dibanding laba bersih tahun 2012 sebesar 27 miliar. “Dari berbagai upaya, kami menghemat sekira 50 miliar,” tegas Untung.

Selain itu, total asset perusahaan juga meningkat secara signifikan. Jika pada tahun buku 2012 tercatat Rp 284,4 miliar, naik menjadi Rp 361,3 miliar pada tahun 2013.

Begitu juga nilai sales perusahaan tercatat sebesar Rp 181 miliar pada tahun 2013, naik disbanding pada tahun buku sebelumnya Rp 160 miliar. ”Kami optimis bisa melakukan optimalisasi perolehan laba. Salah satunya dengan menekan angka kebocoran air, dan peningkatan jumlah pelanggan,” sambung Untung.

Saat ini PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memiliki 117.800 pelanggan dan berupaya meningkatkan pelanggan menjadi 150.000 pelanggan pada 2015. ”Kami perlu meningkatkan kapasitas produksi air, dan itu tentunya kami harus melakukan investasi untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA), dan juga penggantian pipa-pipa lama,” jelasnya.***