HTI Kawal PDAM
Oleh: admin - dibaca 3100 kali sejak 23/04/2014 07:00:25

Dorong Untung Terus Tingkatkan Pelayanan Publik

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) siap mengawal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Garansi ini dilontarkan Ketua DPD HTI Kota Bogor Ustad Irfan dan rengrengannya ketika silaturahmi dengan Dirut PDAM Tirta Pakuan, Untung Kurniadi di Kantor Pusat PDAM, Jalan Siliwangi 121 Bogor, Selasa (22/4).

Pada momen silaturahmi ini, Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memaparkan arah dan kebijakannya yang pro terhadap kepentingan umat dalam memimpin BUMD tertua di Kota Bogor ini. Antara lain dengan tidak menaikkan tarif air minum, menggratiskan biaya pemasangan baru untuk posyandu dan menyelenggarakan kerjasama dengan swasta sebagai opsi terakhir.

”Biasanya setiap tahun PDAM menaikkan tarif. Tapi sejak saya memimpin PDAM dalam dua tahun terakhir ini saya belum pernah menaikan tarif. Adapun pola kerjasama dengan swasta menjadi opsi terakhir. Karena pihak swasta berinvestasi ke PDAM pasti mengharapkan margin untuk pengembalian investasi. Ujungnya tarif harus naik,” jelas Untung.

Masih menurut Untung, Kota Bogor meskipun tidak memiliki sumber air sendiri namun lokasinya berdekatan dengan Kabupaten Bogor yang memiliki sumber air yang berlimpah dan kondisi geografis yang menunjang. Artinya, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor jika dalam penanganan orang yang tepat bisa memberikan pelayanan yang sangat maksimal. ”Dan bisa saya sampaikan di sini, PDAM sekarang berada dalam penanganan orang yang tepat dan on the right track,” tegas Untung.

Hanya saja, niatan PDAM Tirta Pakuan untuk tidak menaikan tarif, dan di sisi lain harus mencapai target cakupan layanan 80 persen, tentunya harus diimbangi dengan dana yang cukup untuk melakukan investasi baru. ”Makanya opsi yang kami ajukan ke pemda adalah meminta tambahan penyertaan modal baru sebesar Rp 395 miliar. Kami sadar bahwa APBD tidak mencukupi jika menyediakan tambahan penyertan modal secara sekaligus. Kami ajukan secara bertahap paling lama 20 tahun. Dana itu akan digunakan untuk investasi instalasi pengolahan air, penggantian pipa lama dan pengembangan jaringan baru,” kata Untung. Itu semua, lanjut Untung, dapat terwujud jika menyamakan persepsi dan frekuensi. “Insya allah akan terwujud,” papar Untung.

Bagaimana reaksi HTI Bogor? ”Setelah mendapat penjelasan dari Dirut PDAM, dan faktanya memang dalam dua tahun terakhir ini PDAM tidak menaikkan tarif dan mempunyai kebijakan-kebijakan yang pro kepada umat. Insya Allah, HTI akan secara aktif menggelar dialog dengan pemegang stake holder lainnya, dalam hal ini DPRD Kota Bogor dan Pemkot Bogor. Supaya ada kesamaan mind set dalam memaksimalkan pelayanan kepada umat berbasis syariah. Apalagi air itu kan milik Allah. Dikelolanya harus benar, dan menjadi keberkahan untuk semua,” jelas Ketua DPD HTI Bogor, Ustadz Irfan.***