Bogor Belum Perlu Bule
Oleh: Humas PDAM - dibaca 3974 kali sejak 01/04/2015 04:16:17

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H.Untung Kurniadi (kanan) jadi narasumber dalam seminar nasional bertajuk Global Infrastructure Leaders Forum 2015 di Jakarta Convention Center, Selasa (31/3) petang,

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Untung Kurniadi menegaskan, untuk saat ini pihaknya belum membutuhkan investasi asing untuk membiayai seluruh kebutuhkan operasional perusahaan. Dia masih yakin, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebagai pemilik saham, cukup kuat memodali salah satu badan usahanya, sehingga output yang dihasilkan benar-benar dirasakan rakyat.

Di hadapan peserta seminar nasional bertajuk Global Infrastructure Leaders Forum 2015 di Jakarta Convention Center, Selasa (31/3) petang, Untung menunjukkan peran Pemkot Bogor yang memberikan dukungan penuh pada PDAM dalam segala bidang. Yang mencengangkan, dia mengutarakan itu di depan beberapa peserta ekspatriat yang memang concern pada bisnis pengelolaan air bersih.

Untung menjelaskan, ada tiga kebijakan Walikota Bima Arya yang mendorong keberhasilan PDAM hingga melesat menjadi lima besar terbaik nasional dan nomor satu di Jawa Barat. Pertama, pengelolaan sumber air baku dengan MoU yang diteken antara Walikota Bogor dengan Bupati Bogor. Ini untuk menghindari konflik dengan masyarakat mengenai sumber air baku PDAM Tirta Pakuan yang 100 persen berasal dari wilayah Kabupaten Bogor.

“Yang kedua, adanya komitmen nyata walikota dalam bentuk penyertaan modal daerah. Ini tentu harus dilandasi kepercayaan antara PDAM dengan pemkot. Kalau tidak nyambung, ya sulit juga. Yang ketiga, kebijakan Walikota Bogor dalam hal penyesuaian tarif setiap tahunnya,” beber Untung yang hadir mewakili Bima Arya.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan kota Bogor H.Untung Kurniadi (Kanan) usai menerima sertifikat 

Hadir dalam forum tersebut petinggi sejumlah PDAM di Pulau Jawa dan Bali, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, BPPSPAM, Presdir PT Aertra Tangerang, dan lain-lain. Di deretan kursi peserta, nampak beberapa audience dan pemerhati mancanegara.

“Teknologi air minum adalah teknologi yang sederhana, namun padat modal dan returnya jangka panjang. Makanya Bogor belum perlu bule. Masih banyak orang Indonesia yang sanggup,” kata Untung yang langsung disambut tepuk tangan peserta lain.

Kendati demikian, PDAM Tirta Pakuan bukan perusahaan yang sukses tiba-tiba. Badan usaha milik Pemkot Bogor ini bisa berkembang pesat karena memiliki tiga keberuntungan. Pertama, kondisi geografi dan topografi Kota Bogor yang mengandalkan gravitasi, sehingga bisa hemat energi. Kedua, pelanggan PDAM Tirta Pakuan cenderung kritis. “Ini menjadi pendorong bagi seluruh karyawan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik,” tegas Untung.

Ketiga, lanjut peraih CEO terbaik versi majalah Bussiness Review ini, PDAM beruntung memiliki walikota sekaliber Bima Arya yang memiliki komitmen tinggi terhadap perkembangan perusahaan. “Kepedulian Pak Walikota Bogor terhadap kebutuhan air bersih bagi rakyatnya sangat tinggi. Beruntung PDAM punya Pak Wali seperti beliau,” pungkas Untung. (HUMAS DAN SOSIAL)