Inilah ALC, Tim Pencari Kebocoran “Ghaib” PDAM
Oleh: Humas PDAM - dibaca 2996 kali sejak 05/05/2015 11:54:31

Bisa Temukan Titik Bocor Hanya dengan Mendengarkan Desiran Air

UJUNG TOMBAK: Tim ALC PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. (foto: humas dan sosial)

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membentuk tim khusus pencari kebocoran untuk bantu menekan angka kehilangan air (water losses) yang masih cukup tinggi. Tim yang diberi nama Active Leakage Control (ALC) ini bertugas mencari titik-titik kebocoran yang tak nampak secara kasat mata atau airnya tidak muncul ke permukaan.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Untung Kurniadi melalui Kasubag Kebocoran, Dani Rakhmawan mengatakan, pembentukan tim ini sesuai dengan standar pengendalian fisik yang berlaku secara internasional. Negara-negara maju di Eropa dan Asia, termasuk sejumlah PDAM di Indonesia, sudah mengembangkan salah satu dari empat komponen untuk menekan angka kehilangan air ini.

“Di dunia, dikenal empat komponen yang digunakan untuk menekan angka kehilangan air. Di antaranya percepatan dan kualitas penanganan perbaikan, managemen aset, managemen tekanan dan pembentukan ALC. Dan sekarang, PDAM Kota Bogor sudah punya itu semua,” kata Dani di ruang kerjanya, Selasa (5/5).

Tim ini menjadi ujung tombak Tirta Pakuan untuk mengendalikan kebocoran air, terutama titik-titik di bawah permukaan. Menurut Dani, kebocoran yang dilaporkan masyarakat hanya menyumbang 10 % dari keseluruhan angka yang ditangani, sisanya ditemukan sendiri oleh ALC. Karena sifatnya kebocoran tak kasat mata, Dani menyebut tim ini sebagai “Pencari Kebocoran Ghaib.”

“Bukannya bermaksud mistis. Kami juga bukan dukun. Tapi kami bisa mencari titik-titik kebocoran yang tak terlihat secara kasat mata. Kami bisa menemukan kebocoran hanya dengan mendengarkannya. Kalau ada suara mendesir, oh berarti di situ ada bocor. Kalau Pak Dirtek (Plt Dirtek, H. Deni Surya Senjaya) bilang, feeling engenering,” kata Dani sambil tertawa ringan.

PERBAIKAN: Aksi tim ALC mencari titik bocor di kawasan Jalan Tajur. (foto: Subag Kebocoran)

Dani menjelaskan, untuk sementara baru membentuk dua tim ALC. Masing-masing tim beranggotakan empat orang. Setiap hari pada jam kerja, mereka berkeliling mencari titik-titik bocor, terutama di daerah-daerah rawan. Mereka dibekali sejumlah perlengkapan “tempur”, seperti peralatan gali, alat deteksi kebocoran, aksesoris pipa, kamera hingga alat komunikasi untuk berkordinasi dengan posko di kantor PDAM.

“Ketika tim menemukan titik bocor, langsung diperbaiki pada saat itu juga. Kalau agak sulit, ya perbaikan harus dilaksanakan pada malam hari. Karena kita tak mau mengganggu aktivitas masyarakat dan mengganggu kemacetan,” kata Dani.

Sejak terbentuk beberapa pekan yang lalu, ALC sudah menemukan 20 titik kebocoran. Dani menilai tim ini cukup efektif menekan angka water losses. Dia bahkan yakin PDAM bisa menurunkan angka kehilangan air di zona I yang meliputi Tajur, Katulampa hingga Rancamaya sebesar 2 persen pada akhir tahun ini. (humas dan sosial)