PDAM Optimis Tekan Kehilangan Air
Oleh: Humas PDAM - dibaca 3874 kali sejak 12/05/2015 10:14:32

Meski PMP 2015 tak Cair

KEJAR TARGET: Kasubag Kebocoran PDAM Kota Bogor Dani Rakhmawan memeriksa pemasangan Pressure Recuding Valve (PRV) di kawasan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (12/5/2015). (foto: subbag kebocoran)

PDAM Kota Bogor tetap yakin seluruh target layanan masyarakat dapat terpenuhi, meski Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) untuk perusahaan air milik Pemkot Bogor ini tak teralokasi dalam APBD 2015. Padahal dana sebesar Rp 182 miliar tersebut sangat diperlukan untuk program pengembangan jaringan dan penurunan angka kehilangan air.

Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Untung Kurniadi mengatakan, direksi, managemen dan seluruh karyawan sedang fokus mengejar sejumlah target layanan yang tertuang dalam Program Prioritas 2015. Setidaknya ada enam program kerja yang sedang dikebut pengerjaannya hingga akhir tahun ini. Antara lain raihan pelanggan 11.000 sambungan langsung (SL), penurunan kehilangan air 1,7 %, pelayanan 3K 24 Jam, ganti meter 22.407 meter air secara periodik, tera meter pelanggan 16.000 buah, dan efektivitas penagihan sebesar 98 persen.

“Ini belum termasuk cakupan layanan 80 persen pada akhir 2015, dan 100 persen pada 2019 sesuai sasaran MDGs. Seluruh direksi, managemen dan staf solid mengejar seluruh target itu,” kata Untung.

Dia mengakui, ketiadaan PMP 2015 sedikit banyak bakal mempengaruhi program kerja tersebut. Namun direksi sudah memiliki sejumlah formula untuk mengatasi kekuarangan dana pengembangan itu. “Bagaimanapun ceritanya, pelayanan kepala pelanggan harus tetap menjadi nomor satu,” tegas mantan Ketua Dewan Pengawas PD Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor itu.

Di pihak lain, Kepala Sub Bagian Kebocoran PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Dani Rakhmawan merespon intruksi direksi dengan kerja keras. Dia juga optimis angka kehilangan air di Kota Bogor terus menurun hingga 1,76% pada akhir tahun ini. Dani menerangkan, sejumlah inovasi sedang dikembangkan tim dari Subbag Kebocoran.

“Kita punya empat elemen untuk menurunkan kehilangan air, yaitu percepatan dan kualitas penanganan perbaikan, managemen aset, managemen tekanan dan pembentukan ALC. Semuanya harus dilakukan secara terukur, cepat, akurat dan ada progress. Semua sudah ada sistemnya, ini sedang bekerja,” kata Dani.

Dani juga sering berkomunikasi dengan sejumlah PDAM lain yang sudah menerapkan keempat elemen. “Saya terapkan prinsip ATM, yaitu, Ambil ilmunya, Tiru metodenya, dan Modifikasi sesuai kebutuhan dan karakter kita. Itu yang sedang kita terapkan dari hasil pendidikan saya di Malang beberapa waktu lalu,” terang Dani.

Prinsip lain yang sedang coba dikembangkan adalah semangat sinergitas. Dani menyebut komponen ini dengan istilah rempugan. “Ketika ada pekerjaan (yang seharusnya dilakukan) sub bagian lain, tapi belum bisa dikerjakan, ya biar tim kebocoran yang mengerjakan. Begitu pula sebaliknya. Sebab kita tak bisa menunggu. Kita ingin semua pekerjaan itu cepat selesai,” kata Deni. (humas dan sosial)