PDAM Komitmen Kembangkan Jaringan
Oleh: Humas PDAM - dibaca 4071 kali sejak 21/05/2015 13:38:38

PENGEMBANGAN: Kabag Perwastek PDAM Kota Bogor Jamalis (kanan) dan Kasubag Perencanaan Teknik, Ardani Yusuf (kiri) saat dialog Sosialisasi PDAM di RRI Bogor, Kamis (21/5/2015). (foto: humas dan sosial) 

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik dengan program perluasan jaringan pada tahun ini. Diharapkan, program kerja prioritas 2015 ini mampu menambah 11.000 pelanggan baru dan menekan angka kebocoran pipa.

Kepala Bagian Perencanaan dan Pengawasan Teknik (Perwastek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Jamalis mengatakan, pada tahun ini PDAM sudah menentukan sejumlah lokasi untuk pengembangan jaringan. Kegiatan ini dilakukan untuk menambah 11.000 pelanggan baru dan cakupan layanan 80 persen pada akhir 2015.

“Target 11.000 pelanggan itu diharapkan dapat diraih dari jaringan pipa eksisting yang sudah terpasang 2-5 tahun terakhir, serta pengembangan jaringan di sejumlah lokasi yang sudah ditetapkan PDAM. Antara lain di Jalan Raya Dramaga, Cibeureum Sunting, Harjasari, Gang Rante Gunung Bantu , dan bebepa daerah lain,” kata Jamalis dalam dialog Sosialisasi PDAM di RRI Bogor, Kamis (21/5/2015).

Penentuan lokasi pengembangan itu, kata Jalamis, merupakan program PDAM yang didasari atas jaringan pipa distribusi utama sesuai corporate plan perusahaan. Juga mempertimbangkan pengajuan masyarakat yang dievaluasi berdasarkan kajian raihan pelanggan dan efisiensi dalam pembiayaan.

“Kami juga banyak mendengar keluhan dari masyarakat bahwa airnya sering macet . Ini pun jadi bahan kajian progam kami, bagaimana kondisi ini bisa kita tekan serendah mungkin,” kata Jalamis yang dalam dialog ini didampingi Kasubag Perencanaan Teknik, Ardani Yusuf.

Menurut dia, perbaikan jaringan dilakukan berdasarkan kondisi saat ini, meskipun PDAM mengalami kendala dalam pembiayaan. Harapan suntikan dana dari APBD Kota Bogor sirna, karena anggaran Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) 2015 untuk PDAM tak cair.

“Kami melakukan berbagai cara mendapatkan dana untuk program pengembangan jaringan. Kami bahkan harus meminta bantuan dari pemerintah pusat hingga Rp9,5 miliar untuk program itu. Yang penting usaha dulu, karena ini untuk kepentingan masyarakat Kota Bogor juga,” kata Jamalis.

Dia pun mengimbau masyarakat menyimpan air melalui bak penampungan khusus pada siang atau malam hari, sehingga tak kesulitan menggunakan air saat jam-jam sibuk. (humas dan sosial)