Padang Panjang Adopsi Dua Perda Tirta Pakuan
Oleh: Humas PDAM - dibaca 5072 kali sejak 25/05/2015 10:07:09

SHARING ILMU: Direksi dan Dewan Pengawas PDAM Kota Padang Panjang berpose bersama Direksi dan Dewan Pengawas PDAM Tirta Pakuan, di Ruang Rapat Utama PDAM Kota Bogor, Senin (25/5/2015). (Foto: humas dan sosial)


PDAM Padang Panjang Sumatera Barat tertarik mempelajari sistem pelayanan pelanggan dan mekanisme pengajuan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Audiensi tim Pokja Penyusunan Raperda PDAM Padang Panjang ini berlangsung di Ruang Rapat Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Senin (25/5/2015).

Rombongan direksi dan dewan pengawas dari Kota Serambi Mekah ini dipimpin Direktur Utama PDAM Padang Panjang, Herryzal AA. Dia menjelaskan, kedatangannya ke Kota Bogor untuk mempelajari dua perda yang terkait PDAM Tirta Pakuan, yakni Pelayanan dan Penyertaan Modal.

“Kami mempunyai dua perda tentang PDAM, yaitu Pendirian PDAM dan SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja). Kami terkejut, karena PDAM Kota Bogor sekarang sudah punya banyak perda. Terakhir saya ke sini (Kota Bogor) pada 2007 masih dua perda, Perda Pendirian dan SOTK. Kami kira, sangat penting mempelajari dua perda lainnya, yaitu Pelayanan dan PMP, dan kita terapkan di Padang Panjang,” kata Herryzal.

Herryzal menyebutkan, untuk PMP, PDAM Padang Panjang memperolehnya dari Pemkot Padang Panjang pada 2007 sebesar Rp 1,2 miliar. Dia pun memuji business plan PDAM Kota Bogor yang sudah komprehensif, karena mampu melibatkan seluruh stakeholder.

Disebutkan, PDAM Kota Padang Panjang memiliki pelanggan 7.707 sambungan. Kondisi itu sudah memberikan cakupan pelayanan sebanyak 84 persen dari jumlah penduduk sekitar 53 ribu jiwa.

Sementara itu Direktur Umum PDAM Kota Bogor, H. Syaban Maulana menjelaskan, PDAM Kota Bogor semakin berkembang seperti saat ini berkat dukungan semua pihak, seperti Pemkot Bogor, DPRD, Dewan Pengawas dan masyarakat Kota Bogor. Dengan soliditas empat unsur ini, bussines plan PDAM Kota Bogor dapat berjalan sesuai rencana.

“Akan sangat sulit apabila salah satu dari keempat unsur itu tak berjalan maksimal. Bisa kerepotan kita saat menjalankan business plan. Kalau keempat unsur itu bisa berjalan beriringan, saya kira usaha memajukan PDAM tidak akan sulit,” kata Syaban.

Dalam pertemuan itu, Syaban didamping sejumlah pejabat PDAM Kota Bogor. Antara lain, Ketua Dewan Pengawas Agus Teguh Suryaman, Plt Direktur Teknik H. Deni Surya Senjaya, dan Sekretaris Perusahaan, H. Hendra Setiawan.(humas dan sosial)