IPA Cikreteg Segera Beroperasi
Oleh: Humas PDAM - dibaca 3169 kali sejak 01/07/2015 08:45:07

CANGGIH: Inilah clyfayer atau filter dan pengolahan WTP di IPA Cikreteg yang segera beroperasi dan dilaunching dalam waktu dekat. (foto: humas dan sosial)

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor optimis, persoalan kebutuhan air bersih bagi warga di zona pelayanan 1 segera teratasi, menyusul segera beroperasinya instalasi pengolahan air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) Cikreteg. Instalasi yang beroperasi di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor itu sudah hampir selesai dan dapat diresmikan dalam waktu dekat.

Plt Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Deni Surya Senjaya menjelaskan, persiapan pengoperasikan IPA Cikreteg sudah cukup matang. Tim dari Direktorat Teknik sudah melakukan ujicoba atau comitionong dengan aliran listrik dari PLN maupun genset.

“Beberapa waktu lalu, sebelum listrik masuk ke kompleks IPA, kita pakai genset dulu. Hasilnya cukup bagus. Alhamdulillah sekarang tiang-tiang listrik sudah terpasang, dan aliran listrik sudah masuk. Hasil comitionong sudah baik. Air sudah naik, pompanya ready, WTP-nya siap olah. Jadi kita pastikan IPA Cikreteg sudah dapat dioperasikan,” kata Deni, Rabu (1/7/2015).

IPA Cikretek sanggup menghasilkan debit air 40 liter per detik (l/dt) untuk tahap pertama, kemudian meningkat hingga 200 l/dt pada tahap berikutnya. Air yang diproduksi selanjutnya akan dikirim ke pelanggan di wilayah Katulampa, Tajur, Wangun, Rancamaya, Kertamaya, Sindang Rasa dan Harjasari.

Yang unik dari IPA Cikreteg, lanjut Deni, sistem penyediaan air minum (SPAM) ini adalah head dari titik sumber air ke WTP bisa mencapai seratus meter. Sementara titik air baku IPA Cikreteg yang berasal dari aliran Sungai Cikreteg ke WTP hanya berjarak 60 meter. “Pompa ini biasa digunakan di kawasan Timur Indonesia, seperti di Papua,” tutur Deni.

Kehadiran IPA Cikreteg diharapkan mampu mengatasi gangguan pengaliran di sebagian kawasan Zona Pelanggan I. Air ke zona itu mayoritas berasal dari Sumber Mata Air Tangkil dengan kapasitas 135 l/dt. “Saat musim kering seperti ini, Mata Air Tangkil cukup kerepotan juga karena harus mensuplai air ke pelanggan di zona IV. Makanya kehadiran IPA Cikreteg diharapkan bisa membantu (memasok ke zona 1),” tutur Dani.

Pengoperasian IPA Cikreteg akan dibantu aliran listrik PLN dengan daya 415 KVA. Ini tentu akan berimbas pada tingginya biaya operasional perusahaan. “Memang harus pakai listrik, dan biayanya mahal. Tapi mau bagaimana lagi, yang penting kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi. Kita lakukan apapun asal masyarakat Kota Bogor bisa mendapatkan air dengan lancar,” tutup Deni. (humas dan sosial)