Walikota Puji Aksi PDAM Atasi Kekeringan
Oleh: Humas PDAM - dibaca 3680 kali sejak 24/07/2015 15:28:35

UJI KUALITAS: Dirut PDAM Kota Bogor, Untung Kurniadi di hadapan Walikota Bogor, Bima Arya meminum air dari kran tangki portable yang terpasang di RW 11 Kel. Mulyaharja Kec. Bogor Selatan. Setelah Untung, Bima ikut minum air dari tangki milik PDAM Kota Bogor ini. (foto: humas dan sosial)  


Usai mengikuti Shalat Istisqa atau shalat minta hujan, Walikota Bogor meninjau lokasi yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih di beberapa tempat di Kelurahan Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan. Bima didampingi Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Untung Kurniadi, dan Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol Inf. M. Albar.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah RW 11. Di tempat ini, Bima dan rombongan melihat beberapa sumur milik warga yang mengering, mushola serta kolam ikan yang airnya telah berubah warna. Bima pun sangat antusias mengamati tangki portable milik PDAM Kota Bogor yang sedang dipergunakan warga. Yang menghebohkan, Bima dan Untung Kurniadi sempat meminum air dari kran tangki ini. Aksi tersebut disambut warga dengan tepuk tangan yang riuh.

Selanjutnya, Bima dan rombongan meninjau lokasi lain di RW 4. Di tempat ini, Bima pun mengecek satu unit tangki portable di sebuah lapangan. Bima berdiskusi serius dengan Untung, aparat kelurahan, kecamatan serta sejumlah warga. Intinya, walikota berharap PDAM memberikan layanan maksimal kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Secara umum, Walikota Bogor sangat puas dengan langkah yang dijalankan PDAM untuk mengatasi kekeringan di Mulyaharja. Bima meminta PDAM memasok air bersih ke wilayah ini setiap hari, memastikan seluruh warga mendapatkan bagian, serta mengawasi penggunaannya.

“Saya lihat sumur di Mulyaharja ini sudah sangat kering, sudah dua bulan seperti ini. Warga butuh air untuk makan dan minum. Pasokan air dari PDAM sebanyak 9.000 liter perhari bisa membantu mereka. Ini bagus. Saya minta supaya terus dimonitor, serta koordinasi antara kelurahan, kecamatan dan PDAM,” beber Bima.

Bima tidak memberikan batasan khusus sampai kapan bantuan ini berlangsung. “Ini soal cuaca. Hanya Tuhan yang tahu kapan bisa berakhir. Mudah-mudahan kemarau cepat berlalu,” kata dia.

Walikota mengintruksikan para lurah lebih proaktif mendetekasi kebutuhan masing-masing warganya. “Lurah harus cek, kebutuhan warga yang mendesak di mana saja. Lalu lapor ke camat, dan segera kordinasi dengan PDAM. Biar camat yang memutuskan, mana yang harus didahulukan. Karena PDAM juga punya keterbatasan, baik personil mapun tangkinya,” kata Bima.

Lalu, apakah akan diberlakukan Kejadian Luar Biasa? “Saat ini belum. Kita lihat beberapa hari kedepan,” tutup Bima.

Sementara itu Kodim Kota Bogor siap mendukung langkah-langkah Pemkot dan PDAM. Dandim, Letkol Inf. M. Albar mengatakan, telah mengintruksikan para Babinsa di tingkat Koramil se-Kota Bogor untuk lebih aktif memonitor potensi kekeringan di wilayahnya masing-masing.

“Babinsa sudah turun ke lapangan. Mereka harus lapor ke atasannya. Kemudian Danramil berkordinasi juga dengan camat. Kita juga sudah siapkan pembuatan lubang biopori, karena salah satu penyebab kekeringan di sini jarang ada lubang biopori. Dalam waktu dekat kita persiapkan,” kata Albar.(humas dan sosial)
 

CEK SUMUR: Bima Arya mengamati langsung kondisi sumur warga RW 11 Mulyaharja yang kering kerontang. (foto: humas dan sosial)