PDAM Terus Pantau Sumber Air
Oleh: Humas PDAM - dibaca 4693 kali sejak 29/07/2015 03:38:08

NORMAL: Kondisi intake Cikereteg yang relatif masih normal meski Bogor sedang menghadapi musim kemarau. (foto: humas dan sosial)

Hujan dengan intensitas rendah di beberapa wilayah di Bogor dalam dua hari terakhir tak terlalu mempengaruhi sumber air milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tujuh sumber air yang saat ini beroperasi masih terpantau normal, kendati ada penurunan volume debit air hingga mencapai 10-20 persen.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Untung Kurniadi melalui Kepala Sub Bagian Sumber, Gunawan mengatakan, hujan yang mengguyur Bogor pada Sabtu dan Minggu (25-26/7/2015) serta hujan intensitas sedang pada Selasa (28/7/2015), tidak berdampak signifikan pada volume debit air. Ini karena hujan yang terjadi relatif kecil dan tidak terlalu lama.

“Pada hari Sabtu, gerimis turun sebentar, hanya 30 menit di daerah Ciherang Pondok. Begitu pula di Sumber Air Tangkil. Tapi tak terlalu terpengaruh dengan volume air untuk diproduksi. Meski demikian, kita akan pantau terus kondisinya,” kata Gunawan, Rabu (29/7/2015).

Gunawan memastikan, penurunan debit air akibat kemarau ini tak akan mempengaruhi pasokan air ke pelanggan. Karena PDAM Kota Bogor memiliki kapasitas terpasang sebesar 2045 liter per detik (l/det), dan dapat disalurkan ke pelanggan dengan kapasitas produksi sebesar 1.887 l/det. “Kapastias ini masih cukup untuk melayani kebutuhan air bersih untuk 132.276 pelanggan,” papar Gunawan.

Dalam waktu dekat, tim dari Bagian Sumber pada tahun anggaran 2015 akan melaksanakan kegiatan pengerukan DAM Ciherang Pondok untuk menambah daya tampung air ke intake. “Kalau sudah dikeruk, diharapkan tangkapan air bisa lebih besar lagi,” kata dia.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan 80 persen air permukaan, dan 20 persen mata air untuk kebutuhan produksinya. Pelanggan terbesar dari sumber air permukaan ada di zona pelayanan IV. “Kami sedikitpun tak menggunakan air bawah tanah. PDAM Kota Bogor berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan Kota Bogor,” pungkas Gunawan. (humas dan sosial)