PDAM Bantu Warga Tegal Gundil
Oleh: Humas PDAM - dibaca 4258 kali sejak 05/09/2015 13:22:11

TERBANTU PDAM: Warga tegal Gundil mengambil bantuan air bersih dari PDAM Kota Bogor di Jalan Adnan Wijaya, Jumat (4/9). (foto: jurnal Bogor) 

Sumber: Jurnal Bogor

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor turun langsung membantu 200 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara yang menjadi korban kekeringan di sepanjang musim kemarau ini. Bantuan tersebut berupa pengiriman tengki air berkapasitas 4.000 liter.

Pantauan Jurnal Bogor, kedatangan tangki air PDAM langsung disambut riuh oleh warga yang sudah beberapa bulan ini mengharapkan bantuan air bersih.

Mereka secara berbondong-bondong menyambangi truk tangki PDAM yang terparkir di Jalan Adnan Wijaya, tepatnya di seberang rumah makan Simpang Pandawa. Sebagian di antara mereka berlarian dengan membawa ember plastik dan segera masuk dalam barisan. Wajah mereka nampak sumringah. Tak sedikit, beberapa warga mengucapkan terima kasih kepada PDAM yang segera merespon kekeringannya.

Salah seorang warga, Rahmi (32) mengaku senang lantaran tangki bantuan tersebut datang tepat di saat ia tengah antri berjam-jam di sumber mata air Kampung Anyar. "Alhamdulillah, akhirnya ada yang membantu kami. Sudah lima bulan kami menderita sulit air seperti ini. Terima kasih. Air akan dipergunakan untuk kebutuhan mandi dan minum," katanya dengan wajah sumringah saat ditanya Jurnal Bogor, kemarin.

Ia berharap, bantuan air tersebut tak hanya dikirim pada saat itu saja. Melainkan pada kesempatan-kesempatan berikutnya, hingga musim kemarau berakhir. "Mudah-mudahan saja bantuan ini datang lagi, dan sumur-sumur kami cepat pulih tak lagi mengering," harap Ami, panggilan akrabnya.

Sementara itu, Staf Perbantuan Air Tangki pada PDAM Kota Bogor, Irwan justeru belum dapat memastikan kapan tangki bantuan tersebut dapat dikirimnya kembali. Sebab, beberapa daerah lainnya juga mengalami hal serupa. Seperti di daerah Megamendung, Ciherang Pondok Caringin, Setu Gede, Bubulak, Mulyaharja, Cimahpar, dan beberapa daerah lainnya.

Sementara itu Anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi mendesak Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) untuk turut andil dalam menangani permasalahan tersebut. "Jangan sepenuhnya mengandalkan PDAM, tentu setiap instansi memiliki keterbatasan. Secepat mungkin BPLH juga harus turun untuk memastikan kondisi di lapangan," tegas Yus.

Jika BPLH menemukan faktor non ilmiah pada fenomena tersebut, seperti adanya badan usaha yang melakukan penyedotan air melebihi batas debit sehingga sumur warga lain kekeringan, maka BPLH harus berani melakukan tindakan tegas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi).

"Penggunaan air tanah jelas tertera dalam Peraturan Walikota (Perwali). Jika ditemukan pelanggaran maka BPLH jangan ragu untuk melakukan tindakan tegas dengan merekomendasikan pencabutan izin usahanya," ujar politikus partai pohon beringin tersebut.

Disamping itu, keaktifan warga juga sangat diperlukan oleh Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor dalam mengontrol penggunaan salah satu sumber kehidupan tersebut. "Warga memang dituntut untuk pro aktif. Pengawasan akan penggunaan air tanah yang bodong atau melebihi debit penarikan diminta untuk segera dilaporkan pada instansi terkait," urai anggota dewan Dapil Bogor Selatan itu.

Tidak hanya itu, Yus juga berjanji akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap badan usaha pengguna air tanah yang condong pada eksplorasi secara besar-besaran. "Eksplorasi besar-besaran tentu akan kami sidak. Karena air ini sumber kehidupan hajat hidup orang banyak yang penggunaannya harus di bawah pengawasan serta kontrol kami selaku pemerintah," tandasnya. (*)