HMI Siap Kawal PDAM
Oleh: Humas PDAM - dibaca 2897 kali sejak 28/09/2015 18:35:17

SINERGI: Pengurus HMI Cabang Kota Bogor berpose bersama Dirut PDAM Kota Bogor H. Untung Kurniadi (keempat dari kiri) di ruang Dirut PDAM, Jumat (25/9). (foto: humas dan sosial)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor siap mensinergikan program dengan PDAM, serta mengawal PDAM untuk berkontribusi agar bermanfaat untuk umat. HMI menilai, air merupakan sumber kehidupan, sehingga harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan umat.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum HMI Kota Bogor Muhammad Mahdum Patonah saat memimpin audiensi HMI Cabang Kota Bogor dengan Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Untung Kurniadi, Jumat (25/9). Audiensi ini sebagai sharing informasi seputar program kerja, sekaligus berdiskusi seputar permasalahan air minum yang dikelola PDAM Kota Bogor.

“Kami banyak mendapatkan informasi tentang hal-hal terkait pengelolaan air minum PDAM Kota Bogor. Masalah-masalah yang dihadapi seperti apa, lalu penanganannya bagaimana, kenapa air di wilayah kami sering keluar kecil, bagaimana soal isu water meter. Pak Dirut menjelaskannya secara gamblang dan terbuka,” kata Mahdum.

Sementara itu, Dirut PDAM Kota Bogor H Untung Kurniadi mengatakan, banyak hal yang dapat disinergikan antara PDAM dengan HMI Kota Bogor. Mahasiswa, lanjut Untung, dapat menjadi mitra strategis bagi PDAM, dengan tidak meninggalkan fungsi utamanya sebagai agen control sosial.

“Saya sangat senang dengan pertemuan seperti ini, apalagi dengan mahasiswa. Jadi setiap ada pertanyaan atau permasalahan, bisa langsung dijawab dan diselesaikan di forum seperti ini. Tinggal bagaimana adik-adik mahasiswa membantu menyampaikannya ke masyarakat,” kata Untung.

Sebagai mantan aktivis, Untung terus mengingatkan mahasiswa untuk menyuarakan kebenaran, selama memiliki data akurat. Sebab jika bersuara tanpa data yang jelas, maka akan menciptakan fitnah. “Yang pasti, mahasiswa itu harus bebas kepentingan. Sebab kalau sudah ditunggangi kepentingan pihak tertentu, maka mahasiswa itu sudah tidak cerdas lagi,” tutup Untung. (humas dan sosial)