PDAM Santuni Korban Longsor Empang
Oleh: Humas PDAM - dibaca 2826 kali sejak 18/11/2015 08:30:52

SANTUNAN: Kasubbag Humas dan Sosial PDAM Kota Bogor Nerry Agustina (kanan) menyerahkan bantuan kepada Endang, korban tanah longsor di RT 4 RW 10 Kampung Jero Kuta Kidul Kelurahan Empang Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Selasa (17/11). (foto: humas dan sosial)

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyantuni korban longsor di RT 4 RW 10 Kampung Jero Kuta Kidul Kelurahan Empang Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Bantuan uang tunai diserahkan Kepala Sub Bagian Humas dan Sosial PDAM Kota Bogor yang mewakili Direktur Utama H. Untung Kurniadi kepada Endang, Selasa (17/11), yang rumahnya rusak parah akibat diterjang tanah longsor setinggi 20 meter pada Minggu malam (15/11).

Nerry mengatakan, PDAM sangat prihatin dengan kondisi rumah Endang yang rusak parah dan nyaris tertimbun seluruhnya. Beruntung tak ada korban jiwa saat kejadian, karena seluruh anggota keluarga Endang sudah dievakuasi sebelum kejadian.

“Kami mengerti, keluarga Pak Endang sedang menghadapi musibah. Mudah-mudahan Pak Endang dan keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Pak Endang dan keluarga,” ucap Nerry.

NYARIS TERTIMBUN: Beginilah kondisi rumah keluarga Endang yang nyaris tertimbun longsor. (foto: humas dan sosial) 

Kehidupan Endang memang cukup memprihatinkan. Dia tinggal bersama tujuh kepala keluarga (KK) di area rumah seluas 150 meter persegi. Saat peristiwa, Endang dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. Tapi beberapa menit sebelum tanah dan turap longsor, mereka sudah berada di dalam rumah. “Alhamdulilllah semua keluarga selamat. Sementara kami menetap di rumah tetangga atau masjid,” kata Endang.

Belum ada bantuan dari pihak manapun yang diterima Endang hingga saat ini. “Baru dari PDAM ini yang kami terima. Atas nama pribadi dan keluarga, kami ucapkan terima kasih atas bantuan ini,” kata Endang.

Dia pun berharap, Pemkot Bogor dapat memperbaiki saluran air yang berada di atas rumahnya. Saluran air inilah yang diduga menjadi penyebab turap ambrol dan menimpa rumahnya. (humas dan sosial)