Bantuan Air Bersih Berakhir 30 November 2015
Oleh: Humas PDAM - dibaca 2769 kali sejak 02/12/2015 09:48:24

BANTUAN PDAM: Warga Kelurahan Cimahpar Kecamatan Bogor Utara memanfaatkan tangki portable milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. (foto: humas dan sosial)

BANTUAN air bersih gratis untuk warga terdampak kekeringan di sebagian wilayah Kota Bogor berakhir pada Senin (30/11). Air bersih yang dipasok dari PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ini merupakan respon cepat Pemkot Bogor dalam menangani krisis akibat kemarau panjang pada pertengahan tahun ini.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Untung Kurniadi menuturkan, bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kota Bogor tertuang dalam Instruksi Walikota Bogor Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pelayanan Air Minum Kepada Masyarakat yang Membutuhkan Dalam Keadaan Darurat oleh Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor.

“Sekarang masuk musim hujan dan Instruksi Walikota sudah berakhir, maka droping air bersih akan kita hentikan. PDAM akan menarik perangkat tangki portable di titik-titik yang telah terpasang,” ujar Untung di ruang kerjanya, Selasa (1/12).

Walikota Bogor Bima Arya sendiri sudah mengeluarkan tiga kali Instruksi Walikota terkait pelayanan bantuan air bersih gratis oleh PDAM Tirta Pakuan kepada warga terdampak kekeringan di sebagian wilayah Kota Bogor, yakni pada 22 Juli, 25 Agustus dan terakhir diterbikan 2 November 2015.

Sejak instruksi walikota Bogor soal pelayanan air bersih ini diterbitkan pada pekan ketiga Juli 2015, PDAM Kota Bogor sudah menyalurkan 3.250 meter kubik atau kurang lebih 3,2 juta liter air bersih gratis kepada warga Kota Bogor. Air bersih ini disalurkan melalui perangkat yang bergerak (tangki air) dan tidak bergerak (Tangki Air Hidrant Umum/TAHU).

Ada delapan unit TAHU yang terpasang di lima kelurahan di Kota Bogor. Di antaranya dua di Cimahpar, dua di Situgede, dua di Mulyaharja, satu di Balumbang Jaya, dan satu di Bubulak. Sementara secara mobile, PDAM memasok air bersih dalam 148 kali pengiriman mobil tangki ke lima kelurahan di Kota Bogor, yakni Mulyaharja, Balumbang Jaya, Bubulak, Tegalgundil, dan Situgede.

Bagi warga yang menginginkan adanya pemasangan terminal air hydrant umum, dapat mengajukan surat ke PDAM dengan melampirkan surat rekomendasi dari kelurahan yang diketahui pihak kecamatan. “Nanti akan kami survey. Jika layak, maka dapat kami penuhi. Sedangkan tagihan rekeningnya akan kami tagihkan kepada si pemohon,” tambah Untung.

Untung meminta para camat dan lurah agar mengajukan pemasangan sambungan baru bagi warganya kepada PDAM. “Kami mohon dukungan dari para camat dan lurah se-Kota Bogor untuk menginventarisir warga di daerahnya yang belum terlayani PDAM, lalu ajukan kepada kami,” kata Untung. (humas dan sosial)