Pangkal Pinang Pelajari PMP Tirta Pakuan
Oleh: Humas PDAM - dibaca 2440 kali sejak 21/01/2016 16:16:43

SILATURAHMI: Perwakilan DPRD dan PDAM Kota Pangkal Pinang berpose bersama manajemen PDAM Kota Bogor di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, Rabu (20/1). (foto: humas dan sosial)

DRPD dan PDAM Kota Pangkal Pinang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk mempelajari mekanisme pengajuan peraturan daerah tentang Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, Rabu (20/1).

Dalam kunjungan ini, Ketua Pansus 6 DPRD Kota Pangkal Pinang M Rusdi menuturkan, anggota parlemen di kota itu sedang membahas Raperda PMP sebagai upaya penyehatan PDAM Tirta Dharma Kota Pangkalpinang. Disebutkannya, saat ini PDAM yang dipimpin direktur anyar Adi Setiawan dalam kondisi sakit parah akibat wanprestasi pengelola sebelumnya.

“Jika diibaratkan sakit kanker, PDAM Kota Pangkal Pinang saat ini sudah stadium 5. Sudah sangat parah. Nah kehadiran Pak Adi ini diharapkan mampu menyehatkan sakit itu. Dan kami di DPRD dan pemerintah daerah mensuport sepenuhnya apa yang diprogramkan perusahaan,” ujar Rusdi.

Rombongan diterima Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Hj Tutiek Haryati yang mewakili Direktur Utama H.Untung Kurniadi. Tutiek mengatakan, pada 2011-2015 PDAM mendapat PMP sebesar Rp 182 Miliar.  Dana tersebut digunakan untuk perluasan jaringan pipa distribusi, program penurunan kehilangan air, dana pendamping World Bank, dan pendamping water hibah/AUSAID.

"Pada 2016-2017, alhamdulillah kami mendapatkan PMP sebesar Rp 98 miliar untuk keperluan pencapaian target cakupan air minum 100 persen pada tahun 2019," tutut Tutiek.(humas dan sosial)