DPRD akan Panggil PT TJT
Oleh: Humas PDAM - dibaca 5037 kali sejak 27/01/2016 08:01:09

Komisi A Siap Kawal Relokasi Pipa Bocimi

SILATURAHMI: Kunjungan DPRD Kota Bogor ke PDAM Tirta Pakuan di kantor PDAM Kota Bogor, Selasa (26/1). (foto: humas dan sosial)

DPRD Kota Bogor akan mengawal proses relokasi pipa milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang terkena proyek tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi). Legislator bahkan berencana memanggil manajemen PT Trans Jabar Tol (TJT) untuk dimintai keterangan seputar rencana pemindahan pipa transmisi jalur Tangkil itu.

Saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kantor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada Selasa (26/1), Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor Didin Muhidin mengatakan, rencana relokasi pipa milik PDAM Kota Bogor di area tol Bocimi harus dikelola secara serius karena menyangkut air minum sebagai kebutuhan hidup utama warga Kota Bogor. 

“Kami sepakat dengan Pak Dirut (PDAM Kota Bogor Untung Kurniadi) bahwa air minum itu adalah kebutuhan utama warga Kota Bogor. Makanya kami mendukung penuh dan siap mengawal rencana relokasi pipa di area proyek tol Bocimi,” kata Didin.

Didin mengatakan, DPRD akan memanggil pihak PT TJT untuk memastikan proses ganti untung relokasi sudah sesuai dengan kesepakatan bersama. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bina Marga pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT TJT siap menanggung seluruh biaya relokasi pipa milik PDAM Kota Bogor di area proyek tol Bocimi senilai Rp 8,4 miliar.

“Dalam waktu dekat kita akan panggil pimpinan proyeknya,” tegas Didin.

Menanggapi hal tersebut, Dirut Untung pun menyambutnya dengan baik. Untung menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah pusat untuk membangun jalan tol Bocimi. Hanya saja jangan sampai masyarakat Bogor yang menjadi pelanggan PDAM dirugikan dengan pembangunan tersebut. Maka, Untung menawarkan untuk relokasi pipa yang dilakukan secara simultan. Bisa dilakukan oleh PT Trans Jabar Tol (TJT) dengan pengawasan dari petugas PDAM.”Atau bisa juga pembiayaannya dari TJT dan dilaksanakan oleh PDAM,” kata Untung.

Menurut Untung, berdasarkan piramida kebutuhan manusia, air menjadi sumber kehidupan utama. Keberadaannya berada di atas kebutuhan hidup yang lain. “Menurut PBB, air minum itu harus diprioritaskan. Jadi kalau ada air minum dan jalan, ya jalan yang harus mengalah,” ujar Untung.

Dalam kunjungan silaturahmi ini, ada sembilan anggota Komisi A DPRD Kota Bogor turut hadir. Antara lain Teguh Rihananto, Ahmad Aswandi, Jenal Mutaqin, Ujang Sugandi, Sendhy Pratama, R. Laniasari, Murtadlo, Jatirin, dan Eny Indari.(humas dan sosial)