PDAM-Polres Perkuat Koordinasi
Oleh: Humas PDAM - dibaca 2163 kali sejak 23/03/2016 07:56:12

KOORDINASI: Pjs Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Deni Surya Senjaya (kedua dari kiri) didampingi Direktur Umum PDAM Kota Bogor H. Syaban Maulana (kiri) saat berkoordinasi dengan Polresta Bogor di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, Senin (21/2). (foto: humas dan sosial)

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan jajaran Polres Bogor Kota terus memantapkan kerjasama dalam bidang penyediaan air bersih dan pengamanan obyek vital. PDAM mengharapkan aparat kepolisian tetap melakukan patroli rutin ke unit-unit sumber dan pengolahan, sementara Polres meminta pasokan air bersih ke Mako Polres dan enam Polsek tetap terjaga.

Hal ini disepakati dalam pertemuan Polres Bogor yang diwakili Kapolsek Bogor Tengah Kompol Prasetyo Purbo Nurcahyo dan Kasat Sarana dan Prasarana AKP Yuni Astuti dengan jajaran direksi dan manajemen PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di ruang rapat utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Jalan Siliwangi 121 Kota Bogor, Senin (21/3).

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PDAM Kota Bogor H. Deni Surya Senjaya mengatakan, pihaknya tetap membutuhkan bantuan pengamanan dari Polres Bogor Kota untuk asset-aset milik PDAM yang tersebar di Kota Bogor.

“Aset-aset milik PDAM Kota Bogor di Kota Bogor sangat banyak. Di antaranya kantor pusat di Jalan Siliwangi, Reservoir di Jalan Pajajaran, Reservoir di Jalan Merdeka, serta pipa-pipa dinas yang tersebat di enam kecamatan. Semuanya perlu mendapat pengamanan dan perlindungan dari kepolisian, karena tak mungkin kami amankan sendiri,” kata Deni.

Polres Bogor Kota sendiri menyanggupi permintaan PDAM itu. Polri, kata Prasetyo memiliki kewajiban mengamankan kondisi lingkungan masyarakat, terlebih obyek-obyek vital milik Negara. “Petugas kami akan berpatroli setiap hari ke asset-aset milik PDAM Kota Bogor,” kata mantan Kasat Intelkam Polres Bogor Kota itu.

Dalam kesempatan itu, Prasetyo menyampaikan permohonan keringanan tagihan air, mengingat rata-rata penggunaan bulanannya cukup besar. Air PDAM, lanjut dia, di antaranya digunakan untuk kebutuhan para tahanan di Mapolres Kedunghalang. “Bagaimana pun juga tahanan itu adalah saudara kita, maka kita perlakukan dengan manusiawi,” tambah Prasetyo.

Penggunaan air terbesar juga terjadi di kantin dan RS Bhayangkari kompleks Mapolres di Jalan Kapten Muslihat. Prasetyo sepakat dengan Deni yang menyarankan pemasangan meteran berbeda di masing-masing tempat.

Prasetyo meminta PDAM memperbaiki pipa bocor di Polsek Bogor Tengah dan Tanah Sareal. Terkait hal tersebut, Deni memintan Kepala Sub Bagian Penanggulangan Kebocoran Dani Rakhmawan agar memperbaiki pipa bocor itu secepatnya. (humas dan sosial)