PDAM–DPRD Tarakan Timba Ilmu ke PDAM Tirta Pakuan
Oleh: Humas PDAM - dibaca 2821 kali sejak 14/04/2016 13:52:54

KUNJUNGAN SILATURAHMI: Direksi dan manajemen PDAM Kota Bogor foto bersama DPRD dan manajemen PDAM Kota Tarakan saat kunjungan kerja di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, Kamis (14/4). (foto: humas dan sosial)

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan direksi PDAM Tirta Alam Kota Tarakan Kalimantan Utara melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Kamis (14/4).

Rombongan terdiri dari tujuh Komisi II DPRD yang dipimpin ketua komisi Adnan Hasan Galoeng, serta dua pejabat PDAM yakni Direktur Utama Said Usman Assegaf dan Kepala Bidang Perencanaan Suryaman. Rombongan diterima Direktur Umum PDAM Kota Bogor H. Syaban Maulana di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, Jalan Siliwangi No 121.

Turut mendampingi Syaban, Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Handoyo, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengawasan Teknik (Perwastek) Jamalis, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Dicky Budhi Purnama, dan Kepala Sub Bagian Litbang Investasi R. Poppi Rustanti.

Adnan menerangkan maksud kunjungan mereka adalah untuk menggali beberapa ilmu tentang manajemen perusahaan air minum PDAM Kota Bogor untuk diaplikasikan di PDAM Tirta Alam Kota Tarakan. Menurutnya, dengan cakupan layanan 40 persen, PDAM Kota Tarakan harus banyak belajar dari PDAM besar seperti Tirta Pakuan yang sudah mencakupi layanan 82 persen dari jumlah penduduk Kota Bogor.

“Angka kebocoran air di Kota Tarakan juga masih sangat tinggi, sekitar 40 persen. Itu pun sebagian besar akibat kasus pencurian air. Sementara untuk sumber air baku, kami sangat mengandalkan sistem tadah hujan,” beber Adnan dalam sambutan pembukaannya.

“Makanya, kami sengaja berkunjung ke PDAM Kota Bogor. Karena kami paham betul, PDAM ini sudah sangat maju. Kami ingin berguru dan menimba ilmu di sini,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Umum PDAM Kota Bogor Syaban Maulana menerangkan, PDAM Kota Bogor dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu perusahaan penyedia air bersih terbesar di Indonesia berkat dukungan semua pihak, terutama Pemerintah dan DPRD Kota Bogor. Atas dasar itu, dia mengingatkan jajaran DPRD dan manajemen PDAM Kota Tarakan untuk terus bersinergi demi memenuhi penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat.

“Kuncinya adalah sinergitas antara PDAM, pemerintah daerah dan DPRD. Karena pengelolaan PDAM itu sarat modal. Tidak akan mungkin PDAM dapat berjalan sendiri jika tidak didukung pemerintah daerah dan DPRD-nya. Apalagi target yang ditetapkan pemerintah pusat sangat berat, bagaimana PDAM seluruh Indonesia harus mampu memenuhi 100 persen cakupan air bersih untuk masyarakat pada tahun 2019 nanti,” papar Syaban.(humas dan sosial)