Broncaptering Kota Batu Segera Dibangun, PDAM Gencar Sosialisasi
Oleh: Humas PDAM - dibaca 5744 kali sejak 23/06/2016 19:15:24

SOSIALISASI: Kepala Bagian Produksi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti (kanan) menjelaskan rencana pembangunan penampung mata air (Broncaptering) di kantor Desa Kota Batu Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, Kamis (23/6). (foto: humas dan sosial)

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan sosialisasi pembangunan bangunan penampung mata air (Broncaptering) di kantor Desa Kota Batu Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, Kamis (23/6). Pertemuan dihadiri aparat desa, babinsa, babinkamtibmas serta perwakilan pengurus RT dari RW 4, 5 dan 6.

Kepala Bagian Produksi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti yang mewakili Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama H. Deni Surya Senjaya menuturkan, PDAM akan membangun Broncaptering setelah lebaran tahun ini. Dia berharap, perwakilan RT/RW yang hadir mampu mengkomunikasikan rencana pengembangan air bersih kepada warga di lingkungannya masing-masing.

“Setiap pembangunan kan pasti ada ekses, misalnya ada truk pengangkut material yang hilir mudik. Ini biasa dalam setiap pembangunan. Nah kami berharap bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir bisa menjelaskan kondisi ini kepada warganya,” kata Rinda.

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Sub Bagian Sumber PDAM Kota Bogor Gunawan, Kepala Sub Bagian Perencanaan Teknik Erdi Nuraedi serta Kepala Sub Bagian Humas dan Sosial Nerry Agustina.

Gunawan menuturkan, pembangunan broncaptering untuk menjawab kebutuhan air minum bagi warga di wilayah Zona VI seperti Gang Emad, Cikaret dan sekitarnya. “Selama ini banyak warga Gang Emad, Cikaret, Pasir Kuda, Jabaru dan sekitarnya belum bisa terlayani untuk PB (Pasang Baru). Nah ini salah satu solusinya,” kata Gunawan.

BERMANFAAT: Kasubag Sumber PDAM Kota Bogor Gunawan menjelaskan manfaat kehadiran broncaptering 

Kasubag Perencanaan Teknik Erdi Nuraedi menambahkan, pembangunan penampung mata air ini akan memakan waktu 90 hari. Bangunan ini diharapkan dapat membantu mengatasi krisis air di zona VI yang sudah sangat memprihatikankan.

“Dalam pembangunannya kami akan berupaya melibatkan masyarakat sekitar Desa Kota Batu, sehingga ada penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” jelas Erdi.

Sosialiasi pembangunan Broncaptering di kompleks Sumber Air Kota Batu tak sekali ini dilaksanakan. Kasubag Humsos PDAM Kota Bogor Nerry Agustina mengatakan, PDAM akan melakukan beberapa pertemuan dengan komunitas warga, terutama di daerah-daerah yang terdekat mata air Kota Batu.

“Nanti kami agendakan pertemuan dengan RW atau RT di dekat lokasi pembangunan. Jadi sosialisasi kami bener-benar sampai ke masyarakat,” kata Nerry.

Sementara itu Kepala Desa Kota Batu Abdul Rahman Firdaus yang diwakili Sekretaris Desa Tatat Mandalawati berharap para aparat di tingkat RT/RW dapat bantu mensosialisasikan program PDAM ini ke masyarakatnya.

“Kami berharap pembangunan Broncaptering ini berjalan sesuai yang diharapkan. Kami minta dukungannya dari pengurus RT dan RW agar turut membantu menyebarkan informasi ini kepada warganya. Dan jika ada warga yang ingin bertanya soal pembangunan ini, silakan datang ke kantor desa,” kata Tatat. (humas dan sosial)

 

KEBERSAMAAN: Pengurus RT/RW se Desa Kota Batu dan manajemen PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berpose bersama usai sosialisasi. (foto: humas dan sosial)