Dongkrak PAD, DPRD Kab Tangerang Kunker ke PDAM Kota Bogor
Oleh: Humas PDAM - dibaca 5300 kali sejak 17/07/2016 07:59:27

KUNKER: Anggota DPRD Kab. Tangerang berfoto bersama direksi dan manajemen PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Jumat (15/7). (foto: humas dan sosial)

SEBANYAK 13 anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Jumat (15/7). Kunjungan ini untuk mencari informasi dan masukan tentang potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari perusahaan air bersih milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang Adi Tiya Wijaya menilai, PDAM Tirta Pakuan sudah mampu memberikan kontribusi yang tinggi kepada PAD Kota Bogor. “PAD Kabupaten Tangerang dari PDAM Tirta Raharja baru Rp 21 miliar, sedangkan PDAM Kota Bogor sudah menyumbangkan Rp 25 miliar kepada PAD Kota Bogor. Ini besar sekali,” kata Adi.

Adi menjelaskan, kendala utama pengembangan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Tangerang adalah minimnya sumber air baku. Saat ini PDAM hanya mengandalkan air baku dari Sungai Cisadane yang debit airnya semakin menyusut.

“Jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Tangerang saat ini sebanyak 129.000 SL, baru 23 persen cakupan layanan. Sangat jauh dari target MDGs yang mengamanatkan cakupan layanan 68,87 persen pada tahun 2015. Maka dari itu, kami perlu belajar banyak dari PDAM Kota Bogor,” tutur Ady.

Rombongan DPRD Kabupaten Tangerang ini diterima Direktur Umum PDAM Kota Bogor H. Syaban Maulana. Syaban menerangkan, jumlah pelanggan PDAM Kota Bogor saat ini sudah 140.000 SL atau 83 persen dari cakupan air bersih Kota Bogor. Tirta Pakuan sedang berupaya memenuhi 100 persen cakupan air bersih Kota Bogor pada 2019.

“PDAM itu sarat modal. Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, DPRD dan pelanggan. Kalau tiga ini sudah kuat, Insya Allah PDAM semakin berkembang,” kata Syaban.

Turut hadir mendampingi Syaban, Kepala Badan Litbang Hendra Setiawan dan Kepala Sub Bagian Anggaran Hari Sudiana. (humas dan sosial)