PDAM Perbaiki Hopper IPA Dekeng I
Oleh: Humas PDAM - dibaca 2798 kali sejak 11/08/2016 17:08:30

Bak Sedimentasi di IPA Dekeng 1.

BAGIAN Produksi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan perbaikan dan pemeliharaan hopper (kerucut lumpur) pada Unit Sedimentasi dan Motorizer Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng I. Perbaikan direncanakan berlangsung lima hari (10-14/8) dengan misi memaksimalkan fungsi saluran pembuangan lumpur yang tersumbat batu dan sampah.

Kepala Sub Bagian Humas dan Sosial PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Nerry Agustina mengatakan perbaikan dan pembersihan hopper di sedimentasi IPA Dekeng I ini untuk memaksimalkan pelayanan dan kualitas air bersih, terutama untuk pelanggan di zona III dan IV.

“Pelanggan di zona layanan III dan IV akhir-akhir ini banyak mengeluhkan kualitas air PDAM Kota Bogor yang sedikit keruh. Untuk itu kami melakukan pemeliharaan dan pembersihan pada pembuangan lumpur nomor 2 di sedimentasi unit 1 IPA Dekeng 1 yang tersumbat oleh batu dan sampah. Batu dan sampah mengakibatkan fungsi saluran pembuangan lumpur nomor 2 tidak maksimal,” kata Nerry, Rabu (10/8).

Nerry menjelaskan, proses pembersihan batu dan sampah di sedimen unit I nomor 2 IPA Dekeng I ini harus dilakukan dengan hati-hati. Tim Bagian Produksi telah menyusun jadwal pembersihkan hopper dan delapan motorizer di bak sedimen dengan memperhitungkan jumlah kapasitas produksi air minum di IPA Dekeng 1.

“Secara teknis, proses penghancuran batu kita gunakan alat bor flexible dan bekerjasama dengan pihak ketiga. Harus dikerjakan hati-hati, jangan sampai merusakan hopper-nya, Insya Allah seluruh pekerjaan diupayakan selesai pada Minggu (14/8),” kata Nerry.

Nerry menambahkan, meski pembersihan hopper dan motorizer berlangsung cukup lama, PDAM Kota Bogor tidak akan menghentikan produksi air bersih dari IPA Dekeng I. Karena, Sub Bagian Pengolahan tetap akan memaksimumkan unit-unit bak sedimentasi yang lain.

“Produksi tidak kita stop, hanya kapasitasnya saja yang berkurang, dari total produksi 1500 liter per detik jadi 1300 liter perdetik. Bagian Produksi sudah berkoordinasi dengan Bagian Transmisi dan Distribusi untuk mengantisipasi gangguan pengaliran di zona III dan IV. Mobil tangki pun disiagakan jika ada kebutuhan masyarakat dan pelanggan yang mendesak,” beber Nerry.

Nerry mengucapkan permohonan maaf apabilan perbaikan ini mengganggu pelayanan air minum ke pelanggan, terutama di zona III dan IV. “Pekerjaan tersebut merupakan salah satu proses untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Kami menyarankan agar pelanggan menampung air secukupnya atau sesuai kebutuhan, terutama pada malam hari,” tutup Nerry. (humas dan sosial)