Limbah Industri Ganggu Produksi Air
Oleh: Humas PDAM - dibaca 5381 kali sejak 24/10/2016 15:51:24

PDAM Layangkan Surat Protes


UJI KUALITAS AIR: Petugas Sub Bagian Laboratorium PDAM Kota Bogor memeriksa kadar air di Sungai Cisadane, Senin (24/10). (foto: huma dan sosial)

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melayangkan surat protes kepada sejumlah industri di daerah hulu karena diduga membuang limbah ke Sungai Cisadane. Limbah industri ini jadi salah satu pemicu gangguan produksi di InstalasiPengolahan Air (IPA) Dekeng, yang menyebabkan layanan air bersih kepada palanggan terganggu.

Kepala Bagian Produksi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti menuturkan, pihaknya sudah menginvestigasi penyebab gangguan layanan air bersih ke pelanggan pada akhir pekan lalu. Selain karena faktor cuaca, Rinda menyebutkan adanya limbah industry dari beberapa perusahaan di daerah hulu Sungai Cisadane juga membuat kualitas air baku menurun.

“Kami akan melayangkan surat protes kepada perusahaan-perusahaan itu bahwa limbah aktifitas mereka mengganggu system pengolahan air PDAM di IPA Dekeng. Kami juga akan berkordinasi dengan pihak terkait di Pemerintah Kabupaten Bogor agar pabrik-pabrik itu dapat mengelola limbahnya dan tidak langsung dibuang ke sungai,” kata Rinda di kantor PDAM Kota Bogor, Jalan Siliwangi 121, Senin (23/10).

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di zona 3 dan 4, serta sebagian pelanggan di zona 1 mengalami gangguan pelayanan pada akhir pekan lalu. Namun pada Minggu sore (22/1), gangguan tersebut dapat teratasi berkat kesigapan petugas dari bagian Produks serta Transmisi dan Distribusi.

Menurut Rinda, gangguan tersebut terjadi akibat beberapa faktor, terutama dari aspek  lingkungan. Sampah dan limbah industri yang terbawa arus sungai Cisadane yang masuk ke intake Ciherang Pondok membuat pipa transmisi air baku dari Intake Ciherang Pondok ke IPA Dekeng tersumbat.

“Akibat penyumbatan itu, kapasitas air baku yang dikirim ke IPA Dekeng berkurang, sehingga pasokan air bersih ke reservoir Cipaku dan Pajajaran mengalami defisit. Akibatnya, distribusi air bersih ke pelanggan terganggu, baik secara kualitas maupun kuantitas,” beber Rinda.

Untuk mengatasi gangguan tersebut, PDAM Kota Bogor mengerahkan ribuan liter air bersih yang dikerahkan ke pelanggan dengan menggunakan truk tangki.

Selain melayangkan surat protes ke sejumlah perusahaan di wilayah hulu, PDAM sedang melakukan pemeliharaan instalasi dengan melaksanakan penggantian pasir silika Unit Filtrasi IPA Dekeng I dan perbaikan level gutter Unit Sedimentasi IPA Dekeng II pada 13-16 Oktober lalu.

Atas nama manajemen, Rinda menyapaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan masyarakat Kota Bogor terkait gangguan ini. Mantan Kepala Sub Bagian Laboratorium dan Sub Bagian Pengolahan ini menegaskan, petugas di lapangan tidak tinggal diam dan tetap bekerja mengatur sistem pengaliran ketika terjadi gangguan.

“Saat ada laporan gangguan di beberapa titik, petugas Sub Bagian Pengaliran dan Jaringan langsung turun mengatur aliran air, meski dalam kondisi basah kuyup akibat hujan deras pada malam dan dini hari. Ini semua agar gangguan bisa cepat teratas,” kata Rinda. (humas dan sosial)


 Air keruh di salah seorang pelanggan, Abdul Fatah.