PDAM-BLH Tinjau Pengolahan Limbah Industri Hulu Cisadane
Oleh: Humas PDAM - dibaca 5418 kali sejak 21/11/2016 08:18:06


BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor bergerak cepat menindaklanjuti dugaan pencemaran Sungai Cisadane yang diduga dilakukan sejumlah pabrik di daerah hulu sungai. Air baku yang tercemar limbah industri itu telah mengganggu produksi air minum PDAM, sehingga banyak dikeluhkan masyarakat.

Kamis pagi (17/11), tim dari Bagian Produksi PDAM Kota Bogor bersama petugas BLH Kabupaten Bogor meninjau dua pabrik di daerah Caringin, yakni PT CS2 dan PT TFJ. Tim gabungan memantau langsung sistem pengolahan air limbah yang dilakukan dua industri makanan dan air minum dalam kemasan tersebut.

Kepala Bagian Produksi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti melalui Kepala Sub Bagian Sumber Gunawan menuturkan, pihaknya diundang BLH Kabupaten Bogor untuk bersama-sama meninjau sistem pengolahan air limbah oleh dua perusahaan itu. Ini sebagai respon atas surat protes yang dilayangkan PDAM terhadap dua pabrik itu, karena diduga membuang limbah industri ke Sungai Cisadane sehingga mengganggu produksi air minum PDAM.

“Beberapa pekan lalu PDAM banyak dikomplain pelanggan karena airnya kecil dan keruh. Setelah kami cek, ternyata air baku kita tercemar air limbah dari pabrik-pabrik di daerah hulu Sungai Cisadane. Kami lalu melayangkan protes ke pabrik-pabrik itu dan ditembuskan ke BLH Kabupaten Bogor. Lalu kita pantau lokasinya bersama-sama,” kata Gunawan.

Tim Bagian Produksi PDAM yang di dalamnya termasuk petugas Laboratorium memeriksa kadar kimiawi air limbah yang diolah dua pabrik itu. Hasil pemeriksanaan menyebutkan air limbah olahan dua pabrik itu sudah sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat No 6 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri di Jawa Barat.

“Setelah kami cek, ternyata air limbah dari dua pabrik tersebut sudah sesuai aturan yang berlaku. Jadi besar kemungkinan limbah industri yang mencemari air Sungai Cisadane itu berasal dari pabrik-pabrik yang lain. Karena pabrik di Caringin kan sangat banyak,” tutur Gunawan.

Gunawan mengapresiasi manajemen dua perusahaan tersebut yang sangat terbuka menyambut peninjauan lapangan petugas PDAM dan BLH Kabupaten Bogor. Gunawan pun mengharapkan dukungan mereka untuk membantu mensosialisasikan bahaya pengelolaan limbah tak sesuai aturan yang dibuang sembarangan ke Sungai Cisadane, karena alirannya digunakan sebagai air baku PDAM.

“80 persen pelayanan air minum PDAM Kota Bogor bersumber dari Sungai Cisadane ini. Coba bayangkan jika kualitas air baku kurang baik karena tercemar air limbah industry,” kata Gunawan.

PDAM pun terus berkoordinasi dengan BLH Kabupaten Bogor untuk pendataan industri-industri besar dan rumah tangga di daerah hulu Sungai Cisadane dan anak-anak sungainya. Gunawan yakin, jika terus diingatkan secara intensif, perusahaan-perusahaan itu akan mengelola limbah industrinya dengan baik. (humas dan sosial)