PDAM-Kesatuan Perpanjang Kerjasama Bidang SDM
Oleh: Humas PDAM - dibaca 3468 kali sejak 25/07/2017 07:59:19


BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menandatangani kerjasama bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan. Penandatanganan berlangsung di aula gedung STIE Kesatuan Jalan Ranggagading 1 Gudang, Bogor Tengah, Kota Bogor Kamis (20/7/2017).

Sebagaimana perjanjian sebelumnya, kerjasama  ini bertujuan mewujudkan kemitraan dan hubungan baik antara dua industri dengan lingkugan perguruan tinggi. Selain itu untuk mendorong dan menyediakan sarana dalam penyelenggaraan kegiatan pengkajian penelitian, pelatihan dan sosialisasi  dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.

Perjanjian ini mencakup dua hal penting dengan mengutamakan prinsip saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Di antaranya, PDAM menyediakan fasilitas kepada STIE Kesatuan dalam kegiatan magang atau riset, kunjungan ilmiah dan penyelenggaraan seminar, pelatihan serta lokakarya.

Sementara STIE Kesatuan memberikan fasilitas kepada PDAM Kota Bogor dalam kemudahan akses pendidikan memperoleh gelar akademik serta pendampingan program-program kerja.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Deni Surya Senjaya mengapresiasi perpanjangan kerjasama ini. Deni mengatakan, hubungan antara PDAM dan STIE Kesatuan sudah berlangsung lama dan sangat layak untuk dipertahankan.

“Banyak karyawan kami (PDAM) yang kuliah di STIE Kesatuan, dan lulusannya pun cukup banyak. Selain itu, PDAM pun banyak menerima mahasiswa PKL atau magang dari Kesatuan, dan saya akui mereka (PKL) kerjanya sangat gesit. Kami cukup terbantu,” kata Deni.

Ketua STIE Kesatuan Nusa Mukti Adji mengatakan, institusinya senang dan bangga dapat menjalin kerjasama dengan PDAM. Apalagi menurut dia, STIE Kesatuan pernah menjadi bagian dalam program riset dan pengembangan PDAM dalam upaya peningkatan kulitas pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Bogor.

“Dua kali STIE menjadi mitra PDAM Kota Bogor dalam kegiatan survei kepuasan pelanggan. Hasil survei ini tentu menjadi tolak ukur bagi PDAM dalam menjalankan program-program pelayanan air bersih kepada masyarakat. Saya kira, kegiatan-kegiatan seperti ini harus terus dijalankan,” kata mantan kepala badan riset di STIE Kesatuan itu. (humas dan sosial)