Pimpin FORPAMNAS, Bambang: Kota Bogor jadi Percontohan
Oleh: Humas PDAM - dibaca 599 kali sejak 08/08/2017 08:14:10


BOGOR – Bambang Hardjono terpilih sebagai Ketua Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) periode 2017-2021. Pengurus Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) Sleman tersebut ditetapkan dalam acara Pemilihan Pengurus FORPAMNAS 2017-2021 dan Lokakarja FORPAMNAS Tahun 2017 di ruang rapat utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Jumat-Sabtu (4-5/8/2017).

Bambang menggantikan Prof. Dr. Tun Tedja Irawadi yang habis masa periodenya pada tahun ini. 

Dalam sambutannya, Bambang berjanji melanjutkan program-program kerja yang telah disusun kepengurusan sebelumnya. Dengan kabinet kepengurusan yang telah disusun, dia bertekad menempatkan FORPAMNAS maupun FKP di tingkat daerah sebagai mitra bisnis paling strategis bagi PDAM di seluruh Indonesia.

Bambang mengutarakan selama ini antara PDAM dengan pelanggan belum tercipta keseimbangan yang maksimal. Sehingga sering terjadi gejolak, terutama saat terjadi gangguan pelayanan dan pemberlakukan penyesuaian tarif. Kedepan, dia berupaya menyeimbangkan kepentingan pelanggan dan PDAM, sehingga terjadi harmonisasi di antara kedua belah pihak.

“Kami ingin menyampaikan masalah ini dengan kementerian terkait agar dibuatkan regulasi khusus supaya terjadi keseimbangan antara pelanggan dan PDAM,” kata dia.

“Karena PDAM tidak dapat terpisahkan satu sama lain, pelanggan dan PDAM seharusnya sejajar. PDAM tidak bisa berkembang jika tidak ada pelanggan. Begitu juga pelanggan, mereka tidak akan dapat pasokan air bersih jika tidak ada PDAM,” ujar Bambang.


Bambang sempat menyambangi beberapa sudut ruangan di kantor PDAM Kota Bogor, di antaranya ruang call center 24 jam serta Humas dan Sosial. Pria berkacama ini mengaku takjub dengan fasilitas dan sarana yang dimiliki PDAM.

“Kalau saya nilai PDAM Kota Bogor sudah bisa masuk perusahaan multinasional, karena aset dan seluruh perangkatnya sudah sangat menunjang. Kalau mau go publik, itu sangat memungkinkan, tentunya dengan kerja keras melayani pelanggan,” kata pengusaha yang bergerak di bidang jalan tol tersebut.

Dia pun berjanji bersama jajarannya akan kembali ke Kota Bogor untuk sama-sama mempelajari hubungan yang harmonis antara PDAM Tirta Pakuan dengan para pelanggannya. “PDAM Kota Bogor menjadi contoh hubungan antara perusahaan dengan pelanggan. Ada petugas call center yang bertugas 24 jam, yang akan langsung merespon ketika ada laporan gangguan,” tutup Bambang.(humas dan sosial)