Optimalkan Pelayanan Meski Debit Kurang
Oleh: Humas PDAM - dibaca 5502 kali sejak 31/08/2017 07:34:42

Dirtek: Biar Aman, Perlu Tambahan 800 L/det

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tetap berupaya memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan meski kekurangan debit air baku. 
Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana mengatakan, PDAM akan memaksimalkan seluruh sumber air baku yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan air bersih 151.000 pelanggan se-Kota Bogor.
“Dengan kapasitas produksi 2200 liter perdetik saat ini, sebetulnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih 151.000 pelanggan PDAM. Kapasitas produksi 2.200 l/det itu sebetulnya hanya cukup untuk 143.000 pelanggan. Makanya, ada beberapa wilayah yang pelayanannya belum 24 jam seperti Cikaret, Tanah Baru, Gang Emad, Kayumanis, Cimanggu dan lain-lain,” kata Syaban saat siaran di Radio Sipatahunan Kompleks Balaikota Bogor, Selasa (29/8/2017).
Saat ini, PDAM Kota Bogor memiliki kapastitas terpasang sebesar 2.200 l/det dan telah didistribuskan ke pelanggan dengan kapasitas produksi sebesar 2200 l/det. Kapasitas terpasang berasal dari sumber yaitu mata air dan air permukaan.
Sumber mata air PDAM Kota Bogor tersebar di empat tempat, antara lain Kota Batu (kapasitas terpasang 70,70 l/det), Bantar Kambing (135 l/det), Tangkil (120 l/det) dan Palasari (15 l/det). Total kapasitas terpasang di empat sumber mata air itu sebesar 340,16 l/det.
Sedangkan air permukaan berasal dari lima Water Treatment Plant (WTP), terdiri dari WTP Cipaku (300 l/det), Dekeng 1 dan 2 (1500 l/det), Palasari (20 l/det), dan Cikereteg (40 l/det). Total kapasitas terpasang sebesar 1.860 l/det. Sehingga total kapasitas produksi 2200 l/det
Ade, sapaan akrab Syaban menerangkan PDAM Kota Bogor hampir tidak memiliki sisa kapasitas karena kapasitas terpasang sudah terproduksi seluruhnya. “Permintaan air bersih di pelanggan sudah sesuai dengan air yang diproduksi PDAM Kota Bogor. Suply dan demand-nya sudah seimbang. Jadi kalau ada gangguan di air baku, maka akan terjadi gangguan pasokan ke pelanggan,” beber Dirtek.
PDAM menghadapi situasi yang dilematis. Di satu sisi, pemerintah Jokowi mewajibkan PDAM Kota Bogor memenuhi 95 persen cakupan air bersih untuk warga Kota Bogor pada 2019. Angka 95 persen cakupan layanan air bersih perpipaan itu setara dengan 180.000 pelanggan. Dengan jumlah pelanggan saat ini 151.000, PDAM harus menambah 26.000 pelanggan baru hingga akhir 2019.
“Ini berat, saat kita dituntut harus memenuhi 95 persen cakupan layanan, kondisi air bakunya masih pas-pasan. Tidak ada pilihan lain bagi PDAM selain menambah kapasitas produksi. Paling tidak, kalau ingin aman PDAM harus menambah kapasitas produksi sebesar 800 l/det. Kalau sudah punya 3000 l/det, saya yakin pelayanan PDAM akan terjaga baik secara kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas,” papar Ade.
Sejumlah program penambahan kapasitas produksi sudah disiapkan PDAM untuk memenuhi cakupan layanan 95 persen air bersih dari perpipaan. Di antaranya pembangunan SPAM Katulampa 300 l/det, optimalisasi WTP Dekeng 300 l/det, uprating SPAM Cikereteg 100 l/det, uprating SPAM Palasari 50 l/det serta peningkatan SPAM untuk zona 6.
Sementara untuk memenuhi program kontinuitas layanan 24 jam, PDAM berencana membangun dua reservoir di Gunung Batu dan Jalan KH Sholeh Iskandar. PDAM pun akan melakukan penggantian pipa AC sepanjang 130 KM, pembangunan District Meter Area (DMA) dan program penggantian serta tera meter.(humas dan sosial)