SPAM Katulampa Beroperasi 2018
Oleh: Humas PDAM - dibaca 5634 kali sejak 11/09/2017 14:41:08


BOGOR – Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Deni Surya Senjaya menyakini, proyek raksasa Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Katulampa yang bersumber dari dana APBN, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Penyertaan Modal Daerah (PMP) Kota Bogor ini akan rampung pada pertengahan 2018.
Di hadapan Walikota Bogor Bima Arya, Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor Jaenal Mutakin dan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) , Deni melaporkan bahwa pengerjaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 300 liter perdetik dan reservoir kapasitas 5000 liter perdetik sudah mulai berjalan.
“Perlu kami sampaikan bahwa pembangunan IPA sudah berjalan 15 persen, dan reservoir 5 persen. Mudah-mudah pada bulan Juni 2018 sudah seluruhnya rampung, dan dapat dioperasikan pada bulan September 2017. Mudah-mudahan tidak ada halangan yang berarti,” kata Deni.
Sementara kegiatan yang sudah selesai pengerjaannya ada pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi kapasitas 600 liter perdetik, pembangunan Penyediaan Air Baku 600 liter perdetik, pemasangan Jaringan Pipa Distribusi Utama 1800 dan 400 mm dan pemasangan Jaringan Pipa Distribusi Utama 400 dan 300 mm.
Nanti, SPAM ini akan melayani pelanggan di sebagian wilayah 3 dan 4 yang beban pasokan air bersihnya sudah sangat berat. Selama ini, pasokan air bersih di zona 3 dan 4 berasal dari IPA Dekeng dan Cipaku yang kapasitas produksinya berkisar 2.100 liter perdetik. Jumlah ini dianggap tidak mencukupi untuk memenuhi ribuan pelanggan di wilayan tersebut.“Kasihan warga Cimahpar, Kayumanis, Bantarjati, Cimanggu, Yasmin dan sekitarnya, kalau ada gangguan di produksi kita, daerah-daerah itu yang paling merasakan dampaknya,” kata Deni.

Deni mengharapkan para pelanggan dan masyarakat Kota Bogor dapat bersabar menunggu proyek-proyek pembangunan infrastutur PDAM selesai dikerjakan. Terlebih Deni mengharapkan ada kesan baik apabila dia pensiun menjadi Direktur Utama.
“Yang pasti, kami tidak pernah diam. Setiap hari kami hanya berpikir bagaimana air di rumah pelanggan mengalir. Bagaimana masyarakat Kota Bogor di bisa seluruhnya dapat menikmati air PDAM. Kalau itu semua bisa terwujud, saya akan pensiun dengan reugreug (sunda: besar hati/tidak waswas),” ujarnya.
Deni pun mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Bogor yang secara konsisten terus mendukung langkah-langkah PDAM. “PDAM Kota Bogor beruntung memiliki kepala daerah dan stakeholder yang sangat peduli pada PDAM. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih,” tutup Deni.(humas dan sosial)