Sampah Hambat Pasokan Air
Oleh: Humas PDAM - dibaca 1995 kali sejak 26/10/2017 07:39:47

Dirut PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya menjelaskan kondisi pengaliran di Kota Bogor. (foto: humas dan sosial)

Sumber: Radar Bogor

Beberapa pekan belakangan ini menjadi hari terberat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.Gelombang keluhan dari warga terus berdatangan, seiring dengan adanya masalah pasokan air bersih akibat bocornya pipa PDAM di kawasan Pasar Anyar dan proses relokasi pipa yang terdampak longsor di Kampung Bojongkoneng, Kabupaten Bogor. Namun,semua itu dijawab PDAM dengan peningkatan pelayanan.
MULAI dari kegiatan jemput bola ke pelanggan yang terdampak, hingga mendistribusikan air ke wilayah yang tidak terairi. Pelan-pelan, perusahaan pelat merah itu memetakan masalah yang harus dipecahkan lebih dahulu agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
“Kendala yang paling sering terjadi disebabkan oleh sampah yang menumpuk di tempat pengambilan air dari Sungai Cisadane,” ujar Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Sanjaya, dalam Obrolan Serius Mencari Solusi (Obsesi) Radar Bogor bersama PDAM, di Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Dekeng, Kecamatan Bogor Selatan, (24/10).
Dari kendala tersebut memang selalu mengantarkannya pada dua pilihan, antara mempertahankan kualitas air atau mempertahankan kuantitas. Opsi yang paling sering diambil PDAM, yaitu mempertahankan kualitas.Sehingga produksi air ke rumah-rumah menjadi berkurang. Seperti yang belum lama ini dikeluhkan oleh beberapa warga Kelurahan Cimanggu.
“Dampak ke Reservoir Merdeka menjadi berkurang.Itulah kenapa airke Cimanggu sulit mengalir. Beberapa hari daerah Cimanggu airnya tidak mengalir. Jadi, PDAM sempat mendapat komplain, tapi tidak apa-apa. Ini juga sebagai bahan masukan untuk PDAM,” sebutnya. Kendala lainnya yakni kebocoran pipa. Kerap kali, kebocoran pipa terjadi lantaran pipa yang tertanam di bawah tanah itu rusak karena sudah berusia lawas. Tapi, peristiwa seperti itu, menurut Deni, selalu diresponsnya dengan cepat. Misal, perbaikan pipa rusak di kawasan Pasar Anyar yang terjadi pada beberapa pekan lalu.
Ada pula beberapa rencana jangka panjang PDAM Tirta Pakuan untuk memaksimalkan pelayanan. Antara lain, pembangunan instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) Katulampa. Dengan kapasitas 300 liter air per detik, WTP Katulampa diyakini bisa mengatasi permasalahan kuantitas produksi air bersih di kala Bogor diterpa hujan. ”Dengan begitu, PDAM Tirta Pakuan menargetkan untuk menjangkau seluruh area Kota Bogor di tahun 2019.

Direktur Teknik PDAM Kota Bogor Syaban Maulana memaparkan penyebab gangguan pelayanan. (foto: humas dan sosial)

Di tempat yang sama, Dirtek PDAM Tirta Pakuan, Syaban Maulana, memaparkan lebih detail permasalahan yang kerap kali merundung PDAM Tirta Pakuan. Ia mengatakan, dari enam zona pendistribusian, hanya zona 3, 4, dan 1 yang sempat terkendala beberapa gangguan. Seperti yang ia gambarkan pada skema pengaliran di zona 3 dan zona 4. Kedua zona itu pengaliran di zona 3 dan zona 4. Kedua zona itu dialiri dari WTP Dekeng 1 dan WTP Dekeng 2.
Ketika kondisi kekeruhan air Sungai Cisadane sedang tinggi, air baku sebanyak 1.600 liter per detik yang masuk pada kedua WTP itu hanya bisa menghasilkan air bersih sebanyak 1.200 liter perdetik yang kemudian ditampung di Reservoir Cipaku. Padahal, jika dalam kondisi normal, air bersih yang dari kedua WTP itu bisa mencapai 1.520 liter per detik. “Kekeruhan itu terjadi pada saat hujan,” ujar Syaban.
Pada pendistribusian di zona 3, jika Sungai Cisadane sedang dalam kondisi keruh dan banyak sampah, maka beberapa wilayah yang terkena dampak, antara lain, Villa Duta, Sukasari, Griya Soka, serta Cimahpar. Sedangkan jikaterjadi di zona 4, maka yang terkena dampak, antara lain, Cimanggu, Bogor Baru, Tegallega, Indraprasta, serta Ciluar.(*)