Warga Gang Emad, Harap Tampung Air saat Masih Mengalir
Oleh: Humas PDAM - dibaca 4470 kali sejak 04/08/2016 08:04:15

PDAM Upayakan Bronchaptering Dibangun Tahun Ini

KUNJUNGAN PELANGGAN: Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Kota Bogor Tutiek Heryati (kiri) didampingi Kepala Sub Bagian Humas PDAM Kota Bogor Nerry Agustina (kedua dari kiri) saat mengunjungi kediaman pelanggan di Gang Emad Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Januari lalu. (foto: humas dan sosial)

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor kembali mengingatkan pelanggan di zona layanan VI, khususnya Gang Emad dan sekitarnya, untuk menampung air melalui bak penampungan sesuai kebutuhannya. Ini untuk mengantisipasi gangguan pelayanan di daerah kritis tersebut.

Kepala Sub Bagian Humas dan Sosial PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Nerry Agustina mengatakan, wilayah di Kecamatan Bogor Selatan, seperti Gang Emad, Cikaret, Cibalagung, hingga Jabaru masuk zona kritis PDAM. Hal ini karena debit air yang diproduksi sudah tidak sebanding dengan jumlah pelanggan di wilayah tersebut.

Tercatat, debit air dari sumber mata air Kota Batu hanya mencapai 60 liter per detik, jumlah ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk 3.600 sambungan langsung (SL). Sementara jumlah pelanggan di wilayah Zona VI hingga 2 Agustus 2016 mencapai 7.025 SL.

“Kami akui bahwa zona VI sudah mengalami defisit air bersih, makanya kita berlakukan sistem pengaliran bergilir agar semua pelanggan kebagian air PDAM. Jadi PDAM mohon maaf, air di zona belum terlayani 24 jam,” kata Nerry, Rabu (3/8).

Karena alasan defisit ini pula PDAM untuk sementara belum melayani pemasangan baru (PB) untuk calon pelanggan Zona VI. “Kalau kita membuka pendaftaran, kasihan pelanggan-pelanggan PDAM yang lama,” tambah Nerry.

MINIM PENAMPUNGAN: Warga Gang Emad dihimbau menggunakan banyak penampungan air untuk mengantisipasi gangguan pelayanan air minum PDAM Kota Bogor. (foto: humas dan sosial)

Sementara secara teknis, PDAM sudah menyusun program penambahan kapasitas produksi sumber mata air Kota Batu dengan membangunan bangunan penangkap mata air (bronchaptering) di kompleks sumber mata air Kota Batu.

“Bronchaptering Kota Batu masih dalam proses pelelangan, tahun ini pembangunannya harus selesai dan dioperasikan. Bangunan ini bisa menambah kapasitas produksi mata air Kota Batu hingga 20 liter perdetik. Jadi kalau sudah dioperasikan, mata air Kota Batu bisa memproduksi minimal 80 liter perdetik. Cukup untuk membantu pengaliran di Zona VI meski masih kurang,” urai Nerry.

Nerry kembali mengimbau pelanggan di Zona VI untuk menampung air saat masih mengalir. Dia menekankan, tampungan air ini harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. Artinya, jika pelanggan memiliki jumlah anggota keluarga yang banyak, maka penampungannya pun harus lebih banyak atau besar.

“Beberapa waktu lalu, PDAM melakukan kunjungan ke rumah beberapa pelanggan di Gang Emad. Kami cek kamar mandinya, ternyata airnya ditampung di ember-ember kecil, sementara anggota keluarganya ada sepuluh orang. Ini kan tidak sesuai dengan kebutuhan airnya. Saran kami, kalau anggota keluarganya banyak, ya penampungannya besar juga,” kata Nerry.(humas dan sosial)